Hampir semua rumah sakit dan puskesmas yang rusak akibat bencana di Sumatera kini sudah bisa berfungsi lagi. Kabar baik ini datang dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Tapi, masih ada dua puskesmas di Aceh yang terpaksa melayani pasien dari luar gedung, karena bangunannya belum selesai diperbaiki.
Amran, juru bicara Satgas, menjelaskan situasinya dalam jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis lalu. "Seluruh faskes, baik rumah sakit maupun puskesmas, kondisinya sudah fungsional," ujarnya.
Namun begitu, ia menyebut dua pengecualian.
"Untuk yang di Aceh, kecuali Puskesmas Lokop di Desa Lokop, Aceh Timur. Pelayanannya masih dilakukan di luar gedung. Artinya, mereka berfungsi, tapi belum bisa masuk ke dalam."
"Kemudian ada juga Puskesmas Jambur Lak-lak di Aceh Tenggara. Keadaannya serupa, melayani dari luar bangunan," lanjut Amran menerangkan.
Dua puskesmas itu termasuk yang paling parah terdampak. Padahal, dari total 152 puskesmas yang sempat berhenti beroperasi, sebagian besar lainnya sudah pulih. Secara keseluruhan, bencana itu sempat melumpuhkan 280 fasilitas kesehatan di tiga provinsi: 141 unit di Aceh, 67 di Sumatera Utara, dan 72 di Sumatera Barat.
Nah, kabar menggembirakannya, untuk Sumut dan Sumbar, semua faskes yang terdampak dilaporkan berjalan dengan baik. Jadi, dari 280 unit tadi, yang masih berjuang hanya dua puskesmas di Aceh itu.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sudah menyentil soal kemajuan ini. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada pertengahan Desember lalu, ia mengungkapkan bahwa semua rumah sakit yang terdampak sudah mulai beroperasi, meski masih terbatas. Padahal, di akhir November, ada 41 rumah sakit yang sama sekali tak berfungsi.
"Alhamdulillah, sekarang 100 persen sudah mulai beroperasi. Walaupun bertahap, misalnya IGD-nya dulu atau ruang operasinya dulu yang dibuka," kata Menkes Budi.
Ia memberi contoh RS Tanjung Pura di Langkat. Rumah sakit yang sempat dikunjungi Presiden Prabowo itu kini sudah dibersihkan dan bisa melayani lewat IGD serta operasi terbatas.
"Nanti akan kita tingkatkan terus, agar pelayanan penuhnya bisa jalan," pungkasnya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi