PT Rama Indonesia punya rencana besar. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan SDM itu berencana mengambil alih kendali atas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, atau DPUM. Caranya? Dengan membeli mayoritas saham perusahaan tersebut.
Rencana ini diungkap ke publik pada Kamis, 22 Januari 2026. Targetnya adalah 59,24 persen saham DPUM yang saat ini masih dipegang oleh PT Pandawa Putra Investama. Angka itu bukan main-main ia mewakili porsi mayoritas dari modal perusahaan. Kalau transaksi ini berjalan mulus, posisi Rama Indonesia bakal berubah drastis: dari yang sebelumnya tak punya saham sama sekali, menjadi pengendali baru DPUM.
Menariknya, ini bakal jadi langkah pertama Rama Indonesia di DPUM. Sebelum pengumuman ini, mereka sama sekali belum menyentuh saham emiten tersebut, baik secara langsung maupun lewat perusahaan lain.
Lokasi kantor Rama Indonesia sendiri ada di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bisnis intinya seputar penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja.
Namun begitu, perubahan pengendalian ini punya konsekuensi. Sesuai aturan main Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rama Indonesia wajib melaksanakan penawaran tender setelah proses akuisisi selesai. Ini prosedur standar, sih, tapi tetap jadi bagian penting yang harus dilalui.
Kalau kita lihat komposisi pemegang saham DPUM saat ini, selain Pandawa Putra Investama yang pegang 59,24 persen, ada juga TTP Investment Ltd dengan 13,06 persen. Lalu, Anjani Investments Ltd menguasai 9,26 persen. Sisa sekitar 28,15 persen saham beredar di tangan publik.
Jadi, langkah Rama Indonesia ini jelas sebuah manuver ekspansi. Mereka sedang menyiapkan pijakan baru. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran
Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp117,2 Miliar, Setara 88,63% Laba Bersih 2025
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham
OJK Ungkap Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Jadi Acuan MSCI Keluarkan Emiten dari Indeks