Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi membuka gelaran Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini.
Acara yang berlangsung sejak Rabu, 11 Juni hingga 13 Juni 2026 ini mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”. Sebanyak 99 peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan asing, organisasi internasional, komunitas, startup, hingga perguruan tinggi.
Beragam inovasi dipamerkan dalam ajang tersebut, mencakup pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, teknologi waste to energy, energi terbarukan, konservasi air dan tanah, pemantauan kualitas lingkungan, digitalisasi lingkungan, hingga teknologi pendukung pembangunan rendah karbon. Seluruhnya dihadirkan sebagai respons terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim yang kian mendesak.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menekankan bahwa berbagai persoalan seperti pencemaran air, udara, dan tanah, peningkatan suhu bumi, serta kerusakan ekosistem memerlukan langkah yang lebih konkret, kolaboratif, dan terukur.
“Menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. INVIROTECH hadir untuk mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup,” ujar Jumhur di hadapan sekitar 4.000 peserta, termasuk lebih dari 3.000 pelajar dan mahasiswa yang mewakili Generasi Z.
Ia menjelaskan, tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 berkembang dari semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”. Tema tersebut menegaskan bahwa aksi iklim harus menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat dan generasi dengan prinsip no generation left behind tidak ada satu pun kelompok maupun generasi yang tertinggal dalam memperoleh hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Menurut Jumhur, arah kebijakan KLH/BPLH juga sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang mendorong terbangunnya budaya dan peradaban yang menghormati alam serta memperkuat pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH sekaligus Ketua Pelaksana INVIROTECH 2026, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa tema tahun ini dipilih untuk menegaskan pentingnya penerapan teknologi dan inovasi hijau dalam mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“INVIROTECH 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi dan inovasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempercepat replikasi praktik baik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong investasi hijau yang mendukung pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Rasio.
Ia menambahkan, perubahan iklim merupakan tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, menurutnya, tidak lagi dapat dilakukan dengan cara-cara biasa. Teknologi, inovasi, data, kolaborasi, dan perubahan perilaku menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas air, udara, tanah, pesisir, dan berbagai ekosistem lainnya tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti pameran teknologi lingkungan, konferensi, forum kebijakan, business matching, coaching clinic, workshop, hingga simulasi skema perdagangan karbon. Masyarakat juga dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai layanan dan program yang disediakan KLH.
Di sisi lain, KLH juga melibatkan Generasi Z dan Generasi Alpha dalam berbagai dialog interaktif untuk menyusun peta jalan aksi iklim masa depan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang semakin peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Pada kesempatan yang sama, KLH memberikan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 pejuang lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Prof. Emil Salim atas dedikasinya dalam pembangunan berkelanjutan serta kontribusinya dalam meletakkan fondasi pemikiran dan kebijakan lingkungan hidup di Indonesia.
Menutup sambutannya, Menteri Jumhur mengajak seluruh elemen bangsa membangun etika lingkungan melalui semangat pertobatan ekologis kesadaran untuk memulihkan lingkungan yang rusak dan tercemar serta mengubah cara pandang dan perilaku terhadap alam. Melalui INVIROTECH 2026, KLH/BPLH berharap semakin banyak inovasi, kemitraan, investasi hijau, dan aksi nyata yang lahir untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus memperkuat upaya mewujudkan keadilan iklim bagi seluruh masyarakat dan generasi.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi di Perusahaan Patungan Pertamina-Jepang
Pemuda Tersangka Uang Palsu Diamankan Warga Usai Gagal COD Motor di Duren Sawit
BNPP Usulkan Tambahan Anggaran Rp231,54 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Perbatasan 2027
Ledakan di Kapal Cepat Pemerintah Aceh di Pelabuhan Ulee Lheu, 14 Orang Luka Bakar