Warga Pancoran Mas, Depok, digegerkan dengan penemuan jasad tanpa kaki di sebuah lahan kosong. Sesosok mayat yang diduga korban mutilasi itu baru terlihat setelah karung yang membungkusnya terbakar.
Badlu (66), seorang warga setempat, menuturkan bahwa karung tersebut sebenarnya sudah tergeletak di lokasi sejak 24 Juli 2026. Saat itu, ia dan warga lain mengira karung itu hanya berisi sampah, sehingga tidak ada yang berani membukanya.
"Ya dari kemarin sih, pertama ada karung situ dari tanggal 24. Dari tanggal 24 ada karung situ dikira sampah, makanya sama warga sini didiemin aja," ujar Badlu kepada wartawan di lokasi, Selasa (4/8).
Karena sudah terlalu lama, karung itu akhirnya dibakar pada hari yang sama. Saat karung meleleh, barulah warga menyadari bahwa di dalamnya terdapat tubuh manusia.
"Setelah tadi sama anak Pak Tutu, akhirnya dibakar. Setelah dibakar kan karungnya meleleh. Karungnya meleleh, terus baru kelihatan badannya, gitu," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, jasad yang ditemukan hanya berupa badan dan kepala tanpa kaki. Bagian kaki korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.
"Badan gitulah, bekas badan, kelihatan badannya gitu. Nggak kelihatan, nggak kelihatan gitu. Cuma badan sama kepala. Iya kepisah," tutupnya.
Artikel Terkait
Trotoar Rp 9,7 Miliar di Depok Amblas, Pemkot Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Perbaikan
Kronologi Penemuan Mayat Tanpa Kaki dalam Karung di Depok
Mayat Tanpa Kaki di Depok Sempat Dikira Sampah, Polisi Selidiki
Karung Berisi Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Depok