“Apa yang kami harapkan dari Suriah tentu saja adalah pembentukan zona penyangga demiliterisasi dari Damaskus hingga wilayah penyangga, termasuk jalur menuju Gunung Hermon dan puncak Hermon,”
Ucap Netanyahu saat menjenguk prajurit yang terluka di Israel tengah. Ia menggunakan nama Israel untuk Jabal al-Sheikh.
“Kami menguasai wilayah-wilayah ini untuk memastikan keamanan warga Israel, dan itulah yang menjadi kewajiban kami.”
Lalu ia menambahkan, nada sedikit lebih terbuka, “Dengan niat baik dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip ini, sangat mungkin mencapai kesepakatan dengan pihak Suriah. Namun kami akan tetap berpegang pada prinsip-prinsip kami dalam keadaan apa pun.”
Namun begitu, tuntutan Netanyahu ini langsung menuai kecaman. Gideon Levy, kolumnis ternama di harian Haaretz, menyiksinya dengan keras. Ia menyebut permintaan itu "sangat berani dan keterlaluan".
Artikel Terkait
Pengacara Marcella Divonis 14 Tahun Penjara atas Kasus Suap Hakim Perkara Ekspor CPO
Kemendagri Ingatkan Inovasi Daerah Bukan Perlombaan, Ngawi Dinilai Sangat Inovatif
Pria di Cianjur Tewas Usai Dianiaya Diduga Curi Dua Labu Siam untuk Buka Puasa
Pemerintah Mulai Reforestasi 2.557 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo