Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden dan Parpol Bahas Antisipasi Krisis Global

- Rabu, 04 Maret 2026 | 03:55 WIB
Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden dan Parpol Bahas Antisipasi Krisis Global

Suasana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu, tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto mengundang sederet nama besar mulai dari presiden dan wakil presiden terdahulu hingga para ketua umum partai politik untuk duduk bersama. Agenda utamanya jelas: membahas situasi dunia yang lagi panas-panasnya, terutama menyusul eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel. Pemerintah ingin memastikan, Indonesia siap menghadapi gelombang krisis global, khususnya yang bisa bikin gonjang-ganjing di sektor energi dan pangan kita.

Menteri ESDM yang juga Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, tampak usai pertemuan. Ia menjelaskan, Presiden secara detail memaparkan perkembangan geopolitik terbaru.

"Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait dengan perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi semua dinamika global, khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain," ujar Bahlil.

Menurutnya, para pimpinan partai yang hadir paham betul dengan langkah-langkah antisipasi yang disiapkan Prabowo. Pemerintah disebut sudah menyiapkan beberapa skenario, intinya buat jaga stabilitas nasional agar tetap aman.

"Prinsipnya adalah kami dari parpol sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan juga kesiapan-kesiapan langkah untuk mengantisipasi ini semuanya kita lakukan bagaimana mendorong agar kejadian di global bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita," tambahnya.

Di sisi lain, Presiden PKS Ahmad Muzammil Yusuf punya pandangan serupa. Ia bilang, undangan ini adalah cara Prabowo menyatukan pandangan para elite di tengah cuaca politik dunia yang makin tidak menentu. Menurut Muzammil, dalam waktu dekat, Prabowo sendiri yang akan menyampaikan sikap resminya ke publik.

"Intinya bagaimana kesiapan kita menghadapi krisis itu, beliau menjelaskan tentang kesiagaan pangan kita, kesiagaan energi kita. Dan dialog elite kita beliau undang para tokoh-tokoh ini untuk menyatukan elite. Beliau sendiri insyaallah akan menyampaikan kepada publik sikap-sikap resmi beliau," jelasnya.

"Saya tidak ingin memperpanjang karena itu saya kira Pak Prabowo akan bisa sangat sempurna menjelaskannya tapi poin pembicaraan kita seputar itu BoP dan kesiagaan kesiapan Indonesia untuk menghadapi situasi politik dunia yang saat ini sedang memanas," sambung Muzammil.

Pertemuan yang digelar di Istana Merdeka itu memang menghadirkan banyak wajah familiar. Dari kalangan mantan presiden, hadir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Dari jajaran wapres, datang Jusuf Kalla, Boediono, hingga Ma'ruf Amin. Lengkap sudah.

Para ketum partai politik juga memenuhi undangan. Surya Paloh (NasDem), Muhaimin Iskandar (PKB), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Demokrat, semua terlihat hadir.

Tidak ketinggalan, sejumlah menteri kunci dan pejabat tinggi negara. Dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Dari Kepala BIN Herindra sampai Jaksa Agung ST Burhanuddin juga ada.

Dari lembaga legislatif, Ketua DPR Puan Maharani hadir didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Ketua MPR Ahmad Muzani juga terlihat hadir dalam pertemuan yang berlangsung cukup intens itu.

Pertemuan ini, di luar segala formalitasnya, jelas punya pesan kuat: di tengau badai yang mungkin datang, Prabowo berusaha merajut kata dan sikap dari berbagai pihak. Langkahnya dipantau banyak mata, menunggu realisasi dari skenario-skenario yang dibicarakan di balik pintu tertutup Istana.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar