Siswa SMK di Bogor Jadi Korban Pengeroyokan saat Ikut Perpeloncoan Masuk Geng Pelajar

- Kamis, 04 Juni 2026 | 21:55 WIB
Siswa SMK di Bogor Jadi Korban Pengeroyokan saat Ikut Perpeloncoan Masuk Geng Pelajar

Seorang siswa SMK di Bogor menjadi korban pengeroyokan yang videonya viral di media sosial. Ia diinjak-injak oleh sekelompok pelajar lain di kawasan Baranangsiang. Peristiwa itu bukan terjadi begitu saja, melainkan bagian dari prosesi perpeloncoan sebelum korban diterima masuk ke dalam sebuah geng pelajar.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Asep Sundana, mengungkapkan bahwa pemicu penganiayaan itu adalah keinginan korban untuk bergabung dengan kelompok yang disebut sebagai geng BRAK. “Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu,” ujarnya pada Kamis, 4 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa tidak ada motif lain di luar prosesi perpeloncoan tersebut. “Jadi untuk masalah lain yang jadi pemicu sampai terjadi penganiayaan sih nggak ada, cuma syarat masuk kelompok mereka itu seperti itu,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur, Iptu Iwan Heri Setiawan. Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku bahwa tindakan kekerasan dalam video itu merupakan tradisi yang harus dijalani calon anggota baru. “Kalau sementara ini, jadi dia mau masuk kelompok mereka itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi yang baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya,” kata Iwan saat dihubungi secara terpisah. Ia menambahkan, kelompok tersebut dikenal dengan nama geng BRAK atau basis BRAK, yang merupakan perkumpulan pelajar dari beberapa sekolah. “Jadi kalau masalah atau motif lainnya nggak ada, cuma dia mau gabung geng itu, jadi istilahnya perkenalan. Jadi tongkrongan gabungan antar sekolah juga di situ,” jelasnya.

Polisi sendiri bergerak cepat setelah video pengeroyokan itu menyebar luas. Enam orang pelaku telah diamankan dan kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota. “(Pelaku pengeroyokan) sudah kita amankan, sekarang ditangani unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” ujar Asep Sundana.

Dari hasil penyelidikan, total ada tujuh pelajar yang terekam dalam video tersebut, termasuk korban. Mereka berasal dari dua SMK berbeda di Kota Bogor dan saling mengenal. “Jadi di dalam video itu ada tujuh orang, salah satunya korban. Pelaku dari SMK yang berbeda, tapi ada satu yang dari SMK yang sama dengan korban,” kata Asep. Ia juga mengklarifikasi soal keberadaan baju seragam di lokasi kejadian. “Soal baju seragam, ternyata setelah ditelusuri itu baju itu cuma diletakkan saja, bukan punya korban atau pun pelaku. Iya, korban dan pelaku saling kenal,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar