Presiden Prabowo Undang Tokoh Senior Bahas Ancaman Krisis Timur Tengah

- Rabu, 04 Maret 2026 | 03:45 WIB
Presiden Prabowo Undang Tokoh Senior Bahas Ancaman Krisis Timur Tengah

Jakarta, Rabu (4/3/2026) – Suasana di Istana Merdeka tadi malam terasa hangat, namun pembicaraan yang berlangsung serius. Presiden Prabowo Subianto mengundang sederet tokoh senior, mulai dari presiden dan wakil presiden terdahulu hingga mantan menteri luar negeri dan ketua umum partai. Intinya satu: Indonesia harus waspada.

Latar belakangnya adalah situasi di Timur Tengah yang lagi memanas. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kian mengkhawatirkan. Dalam forum itu, Prabowo menekankan bahwa bangsa ini harus siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul dari ketegangan global.

Menteri Luar Negeri Sugiono, usai acara, membenarkan hal itu.

"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,"

Ucap Sugiono, seperti dilaporkan Antara.

Nah, ancaman itu bukan cuma omongan. Langkah konkret sudah diambil. Sugiono yang juga Sekjen Gerindra itu mengaku sudah memerintahkan Dubes RI di Teheran untuk bersiap-siap. Poin utamanya: evakuasi warga negara Indonesia yang mau pulang. Meski begitu, tak semua WNI di sana minta dievakuasi. Hanya sebagian, dan prosesnya akan dilakukan bertahap.

Memang, situasinya masih sangat cair. Menurut Sugiono, pemerintah akan terus memantau perkembangan. “Situasi ke depan masih akan berkembang,” katanya, mengakui dinamika yang cepat berubah.

Di sisi lain, upaya diplomasi juga digenjot. Sugiono mengungkapkan, dirinya sudah berbicara langsung dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi. Dalam percakapan itu, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang akhirnya memicu eskalasi.

Presiden Prabowo Subianto menggelar makan malam bersama Presiden dan Wapres terdahulu serta eks Menlu dan ketum parpol. Foto: BPMI Setpres.

Tak cuma menyesal, Indonesia juga menegaskan prinsipnya. Yakni, penghormatan pada integritas wilayah dan kedaulatan negara. Yang penting, semua pihak harus kembali ke meja perundingan untuk meredakan panasnya situasi.

Dan ini yang menarik: Prabowo ternyata menawarkan diri sebagai mediator. “Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” jelas Sugiono.

Menurutnya, tawaran itu bukan sekadar inisiatif pribadi, melainkan juga mencerminkan pandangan yang diterima Presiden dari berbagai pihak. Sebuah sinyal bahwa Indonesia, di tengah gejolak dunia, tak mau hanya berdiam diri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar