Malam itu di Bandara Soekarno-Hatta, suasana tegang menyambut kedatangan seseorang yang sangat dinanti. Dewi Astutik, atau yang akrab disapa Mami, akhirnya tiba di tanah air. Ia baru saja diekstradisi dari Kamboja, tepatnya dari Sihanoukville, setelah ditangkap sehari sebelumnya. Perempuan ini bukan sembarang penumpang; dia adalah buronan internasional yang diduga menyelundupkan sabu dengan berat mencapai dua ton.
Dari dalam pesawat, ia terlihat turun dengan pakaian sederhana: kaus putih polos dan celana panjang. Sebuah masker hitam sempat menutupi sebagian wajahnya, sebelum akhirnya dibuka. Tapi yang paling mencolok adalah borgol di pergelangan tangannya bukan borgol besi, melainkan kabel ties putih yang melilit erat.
Langkahnya tak bebas. Beberapa anggota BNN, baik pria maupun wanita, mengawalnya dengan sangat ketat. Mereka mengiringi Dewi menuju mobil yang telah menunggu, memastikan tak ada celah sedikitpun.
Menurut Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, pekerjaan berat justru dimulai sekarang. “Ia akan menjalani pemeriksaan intensif,” tegasnya dalam jumpa pers di bandara yang sama.
Alasannya jelas. Jaringan yang diduga ia naungi bukan main-main. Ini adalah bagian dari sindikat Golden Triangle yang bisnis gelapnya merambah banyak negara.
Artikel Terkait
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta
Ketua RT di Karanganyar Luncurkan Ronda Terbang, Pantau Kampung dengan Drone Hasil Tabungan 7 Tahun
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar