Gempa 5 Magnitudo Guncang Nias Selatan, Getaran Terasa hingga Sibolga

- Selasa, 02 Desember 2025 | 21:06 WIB
Gempa 5 Magnitudo Guncang Nias Selatan, Getaran Terasa hingga Sibolga

Wilayah Nias Selatan diguncang gempa pada Selasa malam. Tepatnya pukul 20.16 WIB, bumi bergoyang dengan kekuatan 5 magnitudo.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 91 kilometer arah tenggara Nias Selatan. Koordinatnya 0,39° Lintang Utara dan 98,62° Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 33 kilometer di bawah permukaan laut.

Menurut analisis mereka, gempa ini tergolong dangkal. Pemicunya adalah aktivitas subduksi, di mana Lempeng Indo-Australia menyusup dan menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan penjelasan lebih rinci.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," jelasnya.

Ia menambahkan, "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust."

Lalu, seberapa kuat guncangannya dirasakan masyarakat?

Getaran ternyata sampai ke Sibolga dan Humbang Hasundutan. Di sana, skala intensitasnya mencapai III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah. Banyak warga menggambarkannya seperti getaran saat truk besar melintas.

Di sisi lain, wilayah Nias Barat merasakan goncangan yang sedikit lebih ringan, berkisar pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran biasanya hanya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan.

Kabar baiknya, menurut Daryono, gempa ini tidak memicu ancaman tsunami. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Hingga pukul 20.30 WIB malam itu, situasi tampak tenang. Monitoring BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Masyarakat pun bisa sedikit bernapas lega, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar