Di tengah kerumunan mobil modifikasi yang berkilauan di acara Daihatsu Kumpul Sahabat Malang 2025, YRV milik Khoirul Anwar mungkin tak langsung mencuri perhatian. Tapi jangan salah, mobil ini justru punya cerita yang jauh lebih menarik ketimbang sekadar penampilan.
Menurut Anwar, yang aktif di komunitas YRV Owner Indonesia, mobilnya ini bisa dibilang langka, khususnya di Jawa Timur. Anggotanya tak banyak.
"Saya anggota ke-120. Untuk Malang cuma ada tiga, se-Jawa Timur sekitar 13 anggota. Kalau seluruh Indonesia sih, lebih kurang cuma 180-an anggota,"
ungkapnya saat ditemui di Lapangan Rampal, Malang, Minggu lalu.
Unit yang ia miliki memang bukan beli baru. Tapi siapa sangka, kondisinya terawat banget, dari ujung bumper depan sampai ke sudut-sudut interiornya. Alasan Anwar jatuh hati pada YRV sederhana: kelangkaannya. Tak banyak yang berkeliaran di jalanan Indonesia.
"Saya pegang ini sejak 2019, jadi sudah enam tahun. Waktu itu beli bekas karena sesuai budget. Plus, konsumsi BBM-nya irit,"
tambahnya.
Soal performa, Anwar cukup puas. "Mesinnya pakai basis Avanza/Xenia generasi pertama 1.3. Ini sudah matik plus tiptronic, ada dual airbag. Mesinnya bandel, tarikannya enak, dan yang penting enggak limbung di jalan,"
jelasnya sambil menepuk kap mobil.
Kalau dilihat odometernya, angka yang terpampang cukup fantastis: 280 ribu kilometer. Padahal, saat dibelinya di tahun 2019, mobil ini sudah punya catatan perjalanan panjang.
"Paling jauh sudah ke Jogja, Salatiga, sampai Banyuwangi dan Bali. Waktu beli, odometer sudah nyentuh 160 ribuan. Ini saya pakai harian, buat kerja atau jalan sama keluarga. Harganya waktu itu sekitar Rp 55 juta,"
pungkas Anwar.
Nah, sedikit kilas balik. YRV ini sebenarnya adalah pionir city car Daihatsu yang diluncurkan pada 2001, sebelum akhirnya digantikan oleh Sirion. Penyebutan 'langka' itu beralasan. Pabrikan hanya menjualnya selama tiga tahun, dan dalam periode itu, cuma 305 unit yang berhasil didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Dari sisi mesin, YRV mengusung jantung mekanis yang familiar: 1.300 cc, tipe K3-VE. Mesin 4-silinder DOHC DVVT ini sama dengan yang dipakai Daihatsu Xenia masa itu. Meski begitu, di pasar Jepang, tersedia pilihan lain seperti 1.000 cc atau bahkan varian turbo 1.300 cc.
Yang bikin seru, transmisi otomatisnya dilengkapi fitur triptonic. Pengemudi bisa memindah gigi lewat tombol di kemudi, menambah sensasi berkendara yang lebih menyenangkan. Kemudian, sebagai mobil CBU Jepang, YRV menawarkan ruang kabin yang lumayan lega untuk ukuran tubuhnya. Kursi depan dan belakangnya bisa dilipat hingga hampir rata, sebuah fitur praktis yang khas mobil Jepang era itu.
Jadi, di balik tampilannya yang sederhana, YRV ini menyimpan sejarah dan karakter yang kuat. Bukan cuma soal mesin yang bandel, tapi juga tentang cerita kepemilikan dan keunikan yang jarang ditemui.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun