Panggung Axiata Arena di Kuala Lumpur baru saja menyaksikan lagi sebuah mahakarya. Kali ini, dari raket An Se Young. Sang ratu bulu tangkis dunia itu, sekali lagi, membungkam semua keraguan. Gelar Malaysia Open 2026 ia kantongi, mempertegas bahwa julukan "yang mustahil dikalahkan" bukan sekadar bualan.
Di final, Wang Zhi Yi dari China coba memberikan perlawanan. Tapi, seperti sering terjadi, upayanya kandas. An Se Young menang dua gim langsung, 21-15 dan 24-22. Gim pertama berjalan sesuai skenario. Namun, gim kedua adalah cerita yang sama sekali berbeda.
Kebangkitan Luar Biasa di Ambang Kekalahan
Ini bukan cuma soal pukulan smash atau drop shot yang tajam. Ini soal mental baja. Setelah memenangkan gim pertama dengan relatif mulus, An Se Young justru terpojok di gim penentuan. Tertinggal jauh, 9-17. Bahkan, di angka 13-19, situasinya tampak hampir mustahil. Secara matematis, peluangnya tipis sekali.
Namun begitu, di titik itulah juara sejati muncul. Dengan ketenangan yang membuat penonton terpana, ia merangkak. Poin demi poin direbut. Tekanan justru beralih ke pundak Wang Zhi Yi. Perlahan tapi pasti, keadaan terbalik. Sebuah comeback yang benar-benar menunjukkan kelasnya.
"Saya tidak menyerah. Saya selalu percaya pada diri sendiri dan langsung melakukannya,"
begitu pengakuannya usai laga, seperti dilaporkan The Straits Times. Ketangguhan itu membawanya pada gelar Malaysia Open ketiga berturut-turut. Trofi pertama di tahun 2026 pun berhasil diraih.
Rekor yang Makin Tak Terbantahkan
Kemenangan ini semakin memperpanjang catatan dominasinya atas Wang Zhi Yi. Rekor pertemuan mereka sekarang menjadi 17-4 untuk An Se Young. Sungguh mengesankan. Bagi sang pebulu tangkis China, kekalahan ini pastilah terasa pahit. Ini adalah kegagalan kedelapan kalinya dia kalah final dari An Se Young, secara beruntun.
Gelar di Malaysia ini sekaligus menjadi gelar kelimanya secara beruntun, jika ditarik sejak Denmark Open tahun lalu. Dominasinya di sektor tunggal putri benar-benar tak terbendung.
Di sisi lain, meski Korea Selatan berjaya di tunggal putri, mereka harus mengakui keunggulan China di nomor ganda. Liu Sheng Shu dan Tan Ning sukses mengalahkan pasangan Korea, Baek Ha Na dan Lee So Hee, dengan skor cukup meyakinkan: 21-18 dan 21-12. Jadi, pesta kemenangan di Axiata Arena itu dibagi oleh dua kekuatan bulu tangkis Asia.
Artikel Terkait
Hasil Imbang Persija Kontra PSIM Perkecil Peluang Juara Macan Kemayoran
Hasil Imbang Lawan PSIM Perparah Posisi Persija, Peluang Juara Kian Tipis
Persis Solo Bangkit dari Ketertinggalan, Kalahkan Bhayangkara FC 2-1 dan Jauhi Zona Degradasi
Taspen Bantah Kabar Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan PNS April 2026, Sebut Informasi Itu Hoaks