Palembang Soal makanan untuk jemaah haji, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) akhirnya angkat bicara. Mereka memastikan hidangan yang disajikan di pesawat Saudi Arabia Airlines aman dan layak santap. Tujuannya jelas: menjaga kondisi kesehatan calon haji selama perjalanan panjang ke Tanah Suci dan pulang nanti.
Kepastian ini muncul setelah tim gabungan Dinkes dan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Palembang turun tangan. Mereka melakukan uji kelayakan terhadap menu-menu yang disiapkan katering maskapai.
"Kami sudah cek menu makanannya satu per satu," kata Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, Senin (20/4/2026).
"Intinya, kami mau pastikan semuanya aman dan layak dikonsumsi jemaah selama di udara."
Pengecekan itu mencakup beragam hidangan. Mulai dari nasi putih dengan lauk daging plus sayur, olahan ikan, capcay, sampai roti dan kudapan ringan. Hasilnya? Secara umum sih oke, tapi ada beberapa catatan. Makanan yang terlalu pedas atau asam, misalnya, dinilai kurang cocok untuk kondisi jemaah di pesawat.
Nah, satu menu yang dapat perhatian khusus adalah rendang. Kenapa? Ternyata, hidangan kaya rempah ini berpotensi bikin perut jemaah bermasalah.
"Rendang tidak kami rekomendasikan. Risikonya bisa ganggu pencernaan," jelas Trisnawarman.
"Bayangkan kalau jemaah bolak-balik ke toilet karena sakit perut. Tentu bakal mengganggu kenyamanan mereka sendiri selama penerbangan."
Sebagai gantinya, pihaknya menyarankan olahan yang lebih ringan. Ayam atau ikan bisa jadi pilihan yang lebih aman dan mudah dicerna. Untuk minuman, jemaah juga disarankan menghindari soda dan kopi. Lebih baik pilih air putih, teh, atau susu saja selama perjalanan.
Secara teknis, dalam satu kali penerbangan, setiap jemaah akan mendapat dua kali makan utama dan dua kali makanan ringan. Rekomendasi hasil uji ini sudah diserahkan ke pihak katering maskapai untuk dievaluasi sebelum disajikan.
Selain soal menu, Dinkes Sumsel mengingatkan hal lain yang tak kalah penting. Calon jemaah harus benar-benar menjaga kondisi fisik sebelum berangkat. Pola makan terjaga, istirahat yang cukup, dan jangan memforsir diri dengan aktivitas berlebihan.
Di sisi lain, proses vaksinasi untuk jemaah asal Palembang sendiri dikatakan hampir rampung. Untuk daerah lain yang masih ada yang belum divaksin, tim kesehatan masih terus melakukan penjangkauan.
"Target kami, dalam pekan ini semua vaksinasi baik polio, meningitis, maupun COVID-19 harus sudah selesai semua," pungkas Trisnawarman.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi VI DPR Resmikan Area Parkir Truk Bypass Pelabuhan Teluk Bayur untuk Atasi Kemacetan
Xi Jinjang Kunjungi Korea Utara, Pertama dalam 7 Tahun di Tengah Upaya Beijing Perkuat Pengaruh
Uni Eropa Dorong Percepatan Aksesi Enam Negara Balkan Barat, KTT di Montenegro Dibayangi Ketegangan
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar, Termasuk Apartemen dan Tanah di Bali