BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa

- Senin, 13 April 2026 | 05:30 WIB
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa

Sabtu malam itu, langit di atas Malang tiba-tiba terbelah oleh cahaya aneh. Sebuah objek bercahaya bergerak cepat, meninggalkan jejak gas yang lebar dan memanjang. Banyak warga yang langsung panik, menduga itu adalah rudal. Video penampakannya pun ramai beredar di media sosial, memicu berbagai spekulasi.

Namun begitu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya penjelasan yang lebih masuk akal. Menurut analisis awal mereka, benda langit misterius itu bukanlah rudal. Ricko Kardoso, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, dengan tegas menyanggah dugaan itu.

"Bukan rudal," ujarnya.

Ia melanjutkan, objek yang terlihat kemungkinan besar adalah sampah antariksa atau bagian roket yang terbakar saat jatuh kembali ke atmosfer bumi. Peristiwa ini dikenal sebagai 're-entry'.

Fenomena yang terjadi sekitar pukul 18.46 WIB itu punya nama yang cukup puitis: space jellyfish atau ubur-ubur antariksa. Ricko memaparkan, efek visualnya yang seperti ubur-ubur dengan ekor gas lebar itu sering disebabkan oleh roket-roket tertentu, misalnya Long March CZ-3B asal Tiongkok. Di ketinggian, badan roket itu masih menangkap cahaya matahari, sementara permukaan bumi di bawahnya sudah gelap. Jadilah pemandangan spektakuler yang bikin heboh.

Di sisi lain, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Ricko menegaskan, "Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu."

Rupanya, kejadian di Malang pada 11 April 2026 itu bukan yang pertama. Fenomena serupa sudah lebih dulu tercatat di Lampung (4 April) dan Natuna (9 April). Tampaknya, ini adalah pemandangan yang relatif umum di wilayah khatulistiwa seperti Indonesia, yang kebetulan dilintasi banyak jalur orbit satelit dan benda antariksa lainnya.

Singkatnya, penjelasan BMKG ini ingin menegaskan satu hal: yang terjadi di langit Malang malam itu hanyalah peristiwa astronomi biasa. Menakjubkan untuk dilihat, tapi sama sekali tidak berbahaya. Jadi, tak perlu lagi ada rasa was-was.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar