Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kontrakan kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam. Pelaku pembunuhan diduga kuat adalah pamannya sendiri, G (18), yang saat ditemukan juga tergeletak tak sadarkan diri dengan luka di sekujur tubuh.
Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, menuturkan peristiwa itu pertama kali diketahui setelah nenek korban yang juga ibu dari pelaku pulang dari berjualan sekitar pukul 22.00 WIB. Tak lama setelah memasuki kontrakan, terdengar suara teriakan histeris dari arah rumah tersebut.
“Kedengaran suara teriak-teriak, dari anak perempuannya si nenek yang tinggal di atas,” ujar Taufik saat ditemui di kediamannya, Sabtu (30/5/2026).
Mendengar teriakan itu, Taufik bersama sejumlah warga segera menuju ke lokasi. Saat mengintip ke dalam kontrakan, mereka mendapati korban dan pelaku sudah tergeletak di lantai dalam kondisi mengenaskan. “Keadaan sudah bersimbah darah, penuh luka-luka,” katanya.
Balita tersebut sudah tidak bergerak dan tidak menunjukkan tanda-tanda pernapasan. Meski demikian, warga memilih tidak menyentuh korban dan menunggu kedatangan aparat kepolisian. Taufik langsung menghubungi Ketua RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk melaporkan kejadian itu.
“Kami belum bisa menentukan apakah sudah meninggal atau masih hidup. Itu ranah polisi,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi G paman korban juga tidak sadarkan diri saat ditemukan. Namun menurut Taufik, pelaku masih terlihat bernapas meski tidak bisa bergerak. “Katanya percobaan bunuh diri. Enggak sadar, tapi masih bernapas,” tuturnya.
Peristiwa ini mengejutkan warga setempat. Taufik mengaku tidak ada firasat atau tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Saat kejadian, G hanya berdua dengan keponakannya di dalam kontrakan. Ibu G yang juga nenek korban sedang pergi berjualan.
Menurut pengakuan sang ibu kepada Taufik, G diketahui menderita epilepsi dan sudah dua hari tidak mengonsumsi obat. “Kalau enggak minum obat, katanya suka marah-marah kalau keganggu,” kata Taufik menirukan pernyataan ibu pelaku.
Artikel Terkait
Data Kekerasan Gender 2025 Capai Rekor Tertinggi, Film “Suamiku Lukaku” Angkat Realitas KDRT di Balik Citra Harmonis
Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa D4 dan S1 untuk Guru demi Penuhi Kualifikasi Akademik
Direktur Hanania Travel Ditetapkan Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Korban Capai Rp12 Miliar
5 Destinasi Wisata Populer di Surabaya, dari Wisata Religi hingga Sejarah Perjuangan