Pauline van de Pol: Debut Bersama Timnas Indonesia, Lebih dari Sekadar Sepak Bola

- Rabu, 15 Juli 2026 | 20:18 WIB
Pauline van de Pol: Debut Bersama Timnas Indonesia, Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Bagi Pauline van de Pol, mengenakan seragam Merah-Putih bukan hanya soal karier. Pesepak bola wanita berusia 23 tahun itu akhirnya mewujudkan impiannya tampil di level internasional sekaligus menemukan kembali akar budayanya yang sempat terputus. Debutnya bersama Timnas Wanita Indonesia pada Garuda Women's Championship Juni 2026 menjadi momen yang tak terlupakan, tidak hanya karena ia akhirnya bisa bermain setelah hampir setahun menunggu, tetapi juga karena ia bisa menyanyikan lagu kebangsaan dan bersama suporter melantunkan Tanah Airku di Stadion Arcamanik, Bandung.

“Pengalaman yang sangat luar biasa. Aku menunggu momen ini sejak Agustus 2025. Setiap menit di lapangan sangat berarti bagiku. Lalu menyanyikan lagi kebangsaan dan menutupnya dengan lagu Tanah Airku. Pengalaman yang luar biasa dan aku tak akan melupakannya,” kata Pauline dalam wawancara eksklusif dengan kumparanBOLANITA.

Lahir di Haarlem, Belanda pada 12 Maret 2003, Pauline tumbuh tanpa mengenal budaya Indonesia dari keluarga besarnya. Kakek dan neneknya telah meninggal sebelum ia lahir, sehingga hubungan dengan tanah leluhurnya tidak terbangun. Namun, kesempatan membela Garuda Pertiwi menjadi titik balik. Ia tidak hanya bermain sepak bola, tetapi juga mulai mengenal Indonesia lebih dekat budaya, masyarakat, hingga identitas keluarganya.

Awal Karier di Belanda

Pauline sudah mengenal sepak bola sejak usia lima tahun. Awalnya hanya untuk bersenang-senang bersama teman-teman, tetapi ambisinya tumbuh saat ia bergabung dengan akademi pada usia 16 tahun. Ia kemudian direkrut Jong Telstar pada usia 17 tahun dan menghabiskan tiga musim di tim muda sebelum promosi ke tim utama Telstar pada 2022. Di sana ia merasakan kerasnya kompetisi Vrouwen Eredivisie, kasta tertinggi sepak bola wanita Belanda.

“Di situlah karier profesionalku benar-benar dimulai. Sejak saat itu aku selalu ingin berkembang dan mencapai lebih banyak lagi,” ujarnya.

Perjalanannya berlanjut ketika Telstar Vrouwen beralih kepemilikan ke HERA United, klub yang sepenuhnya fokus pada sepak bola wanita. Pada musim pertamanya, Pauline sempat minim menit bermain di paruh pertama. Alih-alih menyerah, ia memilih fokus meningkatkan kualitas diri setiap latihan. Usahanya membuahkan hasil setelah jeda musim dingin, dan ia mulai mendapatkan lebih banyak kesempatan.

Salah satu momen terbaiknya adalah saat HERA United mengalahkan Ajax Vrouwen 2-1 pada 1 Februari 2026. “Ajax hampir selalu berada di papan atas liga, sementara kami sering berada di papan bawah. Mengalahkan mereka menjadi pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan,” katanya.

Memilih Indonesia karena Suporter

Nama Pauline mulai masuk radar Timnas Wanita Indonesia pada akhir 2024. Pelatih Satoru Mochizuki bersama delegasi PSSI datang ke Belanda untuk memantau pemain keturunan. Dari pertemuan itu, Pauline tahu bahwa ia memiliki peluang membela Indonesia. “Sebelumnya aku tahu punya darah Indonesia, tetapi tidak pernah tahu ada kesempatan bermain untuk Timnas Wanita Indonesia,” ujarnya.

Ketertarikannya semakin besar setelah melihat antusiasme suporter Indonesia. Menurutnya, atmosfer seperti itu sulit ditemukan di Liga Belanda. “Ketika bermain di Belanda, penontonnya tidak sebanyak di sini. Rasanya sangat berbeda dan itu membuat saya semakin tertarik bermain untuk Indonesia,” kata Pauline.

Mimpi ke Piala Dunia

Setelah debutnya terwujud, Pauline memiliki sederet mimpi bersama Garuda Pertiwi. Terdekat, ia ingin mempertahankan gelar juara AFF Women's Cup 2026. Namun, mimpi terbesarnya adalah membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia Wanita. Menurutnya, peluang itu terbuka seiring perkembangan sepak bola wanita Indonesia, terutama dengan hadirnya liga wanita tahun ini.

“Aku pikir kami benar-benar punya peluang untuk lolos ke Piala Dunia. Kami terus berkembang setiap pemusatan latihan, chemistry tim semakin baik, dan sekarang Indonesia juga mulai memiliki liga wanita. Itu akan sangat membantu perkembangan sepak bola wanita di sini,” katanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags