Alwi Farhan mengusung misi balas dendam saat berhadapan dengan Alex Lanier pada babak semifinal Singapura Open 2026, sebuah laga yang tidak hanya menguji kemampuan teknis tetapi juga ketahanan mental pebulu tangkis muda Indonesia tersebut. Pertandingan yang digelar di Stadion Indoor Singapura pada Sabtu (30/5) itu menjadi ajang pembuktian bagi Alwi setelah ia harus mengakui keunggulan wakil Prancis tersebut pada pertemuan terakhir mereka di ajang Thomas Cup.
Sementara itu, sektor ganda putra Indonesia juga menaruh harapan besar pada pasangan Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang akan menghadapi lawan tangguh asal China. Dua wakil Indonesia tersebut berpotensi menembus partai final, dengan syarat utama mampu bermain maksimal dan menjaga fokus di setiap perolehan poin.
Rivalitas antara Alwi dan Lanier telah berlangsung cukup ketat. Dari lima pertemuan terakhir, Lanier unggul dengan tiga kemenangan, sementara Alwi berhasil merebut dua kemenangan. Kekalahan terakhir yang dialami Alwi di Thomas Cup 2026 dengan skor 0-2 menjadi motivasi tersendiri bagi pebulu tangkis peringkat sembilan dunia itu.
“Di babak semifinal, tekanan pasti berbeda, tapi saya akan memikirkan every point by point,” tegas Alwi pada Sabtu (30/5/2026).
Perjalanan Alwi menuju semifinal bukanlah tanpa rintangan. Ia berhasil menyingkirkan nama-nama besar seperti Kodai Naraoka, Shi Yu Qi, dan Toma Junior Popov. Menurut pengakuannya, kemenangan atas Shi Yu Qi justru sempat membuatnya tertekan saat menghadapi Naraoka.
“Pikirannya terbalik karena ‘sudah ngalahin Shi Yu Qi, harusnya bisa menang yang lainnya’,” ungkap Alwi.
Namun, ia berhasil mengontrol diri dan memanfaatkan pengalaman yang dimiliki, sehingga akhirnya lolos ke semifinal Super 750 pertamanya. “Alhamdulillah, senang banget bisa menang (lawan Naraoka), membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750,” katanya.
Di sisi lain, sektor ganda putra menyajikan pertarungan yang tak kalah menarik. Pasangan Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri akan menantang Liang Weikang dan Wang Chang dari China. Saat ini, Alfian dan Fikri menempati peringkat ketiga dunia, sedangkan lawannya berada di peringkat lima dunia.
Pertarungan ini menjanjikan adu strategi dan stamina tinggi, mengingat kedua pasangan memiliki kualitas yang seimbang. Kemenangan akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menempatkan wakilnya di partai final Singapura Open 2026.
Kedua wakil Indonesia membawa momentum positif dari perjalanan mereka hingga semifinal. Alwi berharap bisa menyamakan kedudukan rekor pertemuan melawan Lanier sekaligus membalas kekalahan di Thomas Cup. Sementara itu, Alfian dan Fikri menyiapkan taktik matang untuk mengatasi serangan cepat dan kombinasi agresif pasangan China. Keberhasilan di semifinal akan menjadi langkah penting bagi Indonesia di level Super 750 BWF.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Resmi Wakili Indonesia di Piala Klub ASEAN 2026/2027, Persija dan Persebaya Tersingkir
FIFA Jatuhkan Sanksi Larangan Registrasi Pemain ke Persib Bandung
Persib Bandung Kena Sanksi Larangan Registrasi Pemain Baru FIFA Imbas Sengketa Kontrak Luis Milla
Lari 50 Kilometer Keliling Kampus, Impala Universitas Brawijaya Rayakan Setengah Abad dengan Semangat Lestari Alam