Sebuah cuitan di Twitter belakangan ini ramai dibicarakan. Cuitan itu, dari akun @kafiradikalis, menyoroti satu organisasi masyarakat yang kini sudah tak lagi beroperasi: FPI. Yang menarik, pengakuan ini justru datang dari seorang yang disebut-sebut sebagai aktivis "kafir", Bung Iyut.
Dalam unggahannya, dia menggambarkan ormas tersebut dengan nada yang cukup mengejutkan. Katanya, dulu pernah ada satu ormas yang responsnya luar biasa cepat saat bencana melanda.
Narasi itu, meski singkat, punya bobot. Ia menyiratkan sebuah ironi yang besar. Di satu sisi, ada gambaran tentang dedikasi dan militansi di lapangan. Di sisi lain, ritme kerja yang begitu tinggi sampai-sampai membuat pihak berwenang "tidak nyaman".
Artikel Terkait
Parkir Darurat Banjir Dihargai Rp1,5 Juta, Mobil Tetap Terendam
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak