Ini kemudian mengantarkan pada satu fakta politik yang tak terbantahkan: ormas itu akhirnya dibubarkan oleh pemerintahan Jokowi. Bagi sebagian kalangan, keputusan pembubaran itu bukan sekadar kebijakan administratif. Mereka melihatnya lebih jauh. Banyak yang menyebutnya sebagai salah satu "dosa besar" dari periode kepemimpinan tersebut. Sebuah catatan sejarah yang, bagi mereka, tak boleh dilupakan.
Foto-foto yang beredar seolah ingin mengukuhkan kenangan itu. Ada gambar saat anggota TNI dan relawan FPI bahu-membahu mengevakuasi korban gempa dan tsunami di Palu. Lalu, ada pula potret relawan mereka yang sedang berjibaku di lokasi banjir. Setiap foto itu bercerita tentang aksi langsung di lapangan, jauh dari hiruk-pikuk retorika.
Memang, membicarakan FPI selalu kompleks. Namun begitu, cuitan dari Bung Iyut ini mengingatkan satu sisi yang sering tenggelam dalam debat panas: peran kemanusiaan mereka saat masyarakat terdampak bencana. Apapun pandangan politik seseorang, narasi tentang tim relawan yang datang paling awal dan pulang paling akhir itu, tetap menyisakan pertanyaan dan ruang untuk renungan.
Artikel Terkait
Parkir Darurat Banjir Dihargai Rp1,5 Juta, Mobil Tetap Terendam
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak