Malam ini, langit akan menyuguhkan pemandangan langka: Gerhana Bulan Total. Bagi umat Islam, momen ini bukan cuma soal astronomi. Ada seruan untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan atau Salat Khusuf, mengubah fenomena alam menjadi ibadah.
Seperti dijelaskan Kementerian Agama, gerhana bulan itu dianggap sebagai tanda kebesaran Allah. Jadi, selain mengagumi keindahannya, umat muslim diajak untuk mendekatkan diri lewat salat sunah. Nah, bagaimana sih tata caranya? Berikut langkah-langkahnya.
Pertama, niat. Lafalnya begini:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya, "Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT." Niat ini diucapkan bersamaan dengan takbiratul ihram.
Setelah itu, urutannya begini: baca doa iftitah, lalu ta'awudz dan Al-Fatihah. Bacalah surat Al-Qur'an lainnya dengan suara lantang. Kemudian masuk ke rukuk pertama yang dilakukan agak lama.
Bangkit dari rukuk (i'tidal), lalu baca Al-Fatihah lagi. Setelahnya, baca surat yang lebih pendek dari sebelumnya. Lakukan rukuk kedua lebih singkat dari yang pertama lalu i'tidal lagi.
Berikutnya, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Nah, untuk rakaat kedua, tata caranya sama persis dengan rakaat pertama tadi. Bedanya, bacaan suratnya lebih pendek.
Setelah rakaat kedua selesai, langsung saja ke tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.
Hukumnya Sunah, Tapi Sangat Dianjurkan
Lalu, bagaimana hukum melaksanakannya? Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, salat gerhana ini hukumnya sunnah muakkadah. Artinya, sunah yang sangat dianjurkan. Gerakannya sih mirip dengan salat sunah pada umumnya.
Namun begitu, beliau juga merinci tiga tingkatan dalam pelaksanaannya.
Yang paling sederhana, cuma dua rakaat seperti salat sunah Zuhur. Tingkat pertengahan, dilakukan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat seperti tata cara yang sudah dijelaskan tadi.
Adapun tingkat yang paling sempurna? Bacaan suratnya panjang-panjang. Setelah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat panjang semisal Al-Baqarah, sesuai kemampuan. Lama rukuk dan sujudnya juga menyesuaikan panjang bacaan.
Kapan Gerhana Bulan Totalnya?
Lalu, kapan persisnya fenomena ini berlangsung? Merujuk info dari BMKG, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 ini akan mulai terlihat pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya terjadi sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 18.33.39 WIB.
Untuk kawasan Indonesia tengah dan timur, waktunya menyesuaikan: pukul 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT.
Secara total, proses gerhana dari awal sampai akhir bakal berlangsung lama, hampir 6 jam. Fase parsialnya sendiri memakan waktu lebih dari 3 jam. Sementara momen paling dramatis, ketika bulan sepenuhnya masuk bayangan bumi dan berwarna kemerahan, akan berlangsung hampir satu jam penuh. Cukup lama untuk menyaksikan dan merenung.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis