Kekecewaan mendalam menyelimuti pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, setelah mereka harus mengakui keunggulan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei dan Yang Po-Hsuan, pada babak pertama Indonesia Open 2026. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Istora Senayan, Leo/Daniel menyerah setelah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-13, dan 19-21.
Daniel Marthin mengakui bahwa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri, terutama pada gim penentuan. Ia menyesalkan kegagalan mereka memberikan hasil terbaik bagi suporter yang hadir langsung memberikan dukungan. “Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini. Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru,” ujar Daniel dalam pernyataannya usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa evaluasi akan segera dilakukan untuk memperbaiki performa di turnamen mendatang.
Pada gim ketiga, Leo/Daniel sempat unggul jauh dengan skor 12-4. Namun, keunggulan tersebut perlahan terkikis setelah pasangan Taiwan terus menekan pertahanan mereka hingga kedudukan imbang 16-16. Leo Rolly Carnando menjelaskan bahwa tekanan dari lawan pada momen kritis menjadi faktor pembalikan keadaan. “Pastinya di seluruh game tadi, kami bermain terburu-buru. Terus waktu unggul, kami harusnya terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan. Sebenarnya kami juga sudah mencoba untuk tidak meladeni mereka, tapi mereka mungkin sudah mengantisipasi bola-bola kami, tapi ternyata mereka malah bisa membalikan keadaan,” jelas Leo.
Daniel menambahkan bahwa faktor angin di lapangan juga sedikit memengaruhi permainan mereka. “Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati. Mungkin lapangan juga cukup berangin,” katanya.
Indonesia Open 2026 menjadi turnamen ketiga bagi Leo/Daniel sejak mereka dipasangkan kembali setelah Daniel pulih dari cedera. Sebelumnya, Daniel mengalami cedera lutut kiri pada Piala Sudirman 2025 dan harus menjalani operasi, yang membuatnya absen bertanding selama satu tahun. Setelah kembali berpasangan, mereka langsung meraih gelar juara di Thailand Open, namun langkah mereka terhenti di babak pertama Malaysia Masters 2026.
Leo menilai hasil di Thailand Open merupakan bonus yang tidak mereka duga, mengingat kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. “Di dua pertandingan terakhir ini memang hasilnya kurang bagus. Tapi secara permainan, kami juga sudah mencoba untuk tidak terlalu jauh hasilnya di Malaysia kemarin, kami juga bisa melawan. Dan yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi. Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera. Buat saya sendiri sih bonus,” pungkas Leo.
Artikel Terkait
Kenny Dalglish Umumkan Jalani Perawatan Kanker, Liverpool Beri Dukungan Penuh
KPK Akui Krisis Penyidik Hambat Penanganan Kasus Korupsi, Termasuk Proyek Rp35,7 Miliar di Lamongan
KPK Blokir Rekening Keluarga Bupati Pekalongan Nonaktif, Sinyalkan Pengembangan Kasus
Web3 University Tour 2026 Resmi Dimulai di Yogyakarta, Libatkan Ratusan Mahasiswa