Bekas Tambang Marmer di Maros Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Instagrammable

- Selasa, 03 Maret 2026 | 13:00 WIB
Bekas Tambang Marmer di Maros Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Instagrammable

Kawasan Leang-Leang di Maros memang terkenal dengan gua purba dan lukisan dinding prasejarahnya. Tapi, siapa sangka, ada pesona lain yang bersembunyi di sana. Sebuah bekas tambang marmer yang kini berubah jadi spot foto yang luar biasa.

Menurut sejumlah saksi, tempat ini tiba-tiba ramai dibicarakan. Tebing-tebing tinggi dengan guratan khas marmer putih, ditambah bongkahan batu yang berserakan alami, menciptakan pemandangan yang benar-benar beda. Seolah-olah bukan di Sulawesi Selatan, tapi di planet lain.

Asalnya, lahan seluas sekitar 25 hektare ini adalah area operasi PT Makassar Marmer Mulia Indah. Aktivitasnya mandek sejak pandemi Covid-19 melanda. Nah, dari situlah keajaiban terjadi. Alam dan bekas industri justru berkolaborasi membentuk lanskap unik.

Kolam-kolam kecil sisa galian jadi elemen penambah dramatis. Saat matahari bersinar terik, pantulan cahaya di air bikin efek visual yang estetik banget. Makanya, gak heran kalau banyak yang menjadikannya latar foto prewedding atau sekadar konten untuk media sosial.

Lokasinya sendiri gak jauh dari Taman Arkeologi Leang-Leang. Aksesnya mudah pakai kendaraan pribadi. Jadi, setelah puas melihat jejak manusia purba, pengunjung bisa mampir ke sini untuk merasakan suasana yang kontras.

Suasananya tenang, udaranya sejuk. Cocok buat bersantai sejenak bersama keluarga atau teman. Yang menarik, di satu sisi kita diajak membayangkan kehidupan ribuan tahun lalu, di sisi lain kita disuguhi bukti aktivitas manusia modern yang justru menciptakan keindahan baru.

Perpaduan itulah yang bikin kawasan ini punya daya tarik ganda. Bukan cuma soal sejarah, tapi juga tentang bagaimana lanskap bekas tambang bisa bertransformasi jadi destinasi wisata alternatif yang instagrammable.

Jadi, buat yang lagi jalan-jalan ke Leang-Leang, jangan lupa singgah ke spot bekas tambang marmer ini. Pengalamannya pasti berbeda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar