Iran baru saja menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Itu terjadi Jumat lalu, ketika angkatan bersenjata mereka mengklaim berhasil menembak jatuh setidaknya dua jet tempur, tiga drone, plus dua rudal jelajah. Situasinya memang memanas.
Namun begitu, Presiden AS Donald Trump punya cerita lain. Lewat unggahan di media sosialnya, Minggu (5/4/2026), dia justru menyampaikan kabar baik. Menurutnya, pasukannya berhasil menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang sempat hilang pasca-insiden penembakan itu.
Trump terlihat sangat bersemangat mengumumkannya.
Operasi penyelamatan ini, kata Trump, melibatkan puluhan pesawat tempur bersenjata lengkap. Bahkan, menurut laporan sejumlah media AS, bukan cuma angkatan udara yang dikerahkan. Pasukan khusus hingga anggota CIA disebut-sebut turut serta dalam misi berisiko tinggi ini.
Artikel Terkait
Di Gregorio Jadi Pahlawan, Juventus Kalahkan Genoa dan Dekati Zona Liga Champions
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal
Ultimatum Trump ke Iran Diperpanjang Lagi, Tenggat Baru 7 April
Spageti Program Makan Bergizi Diduga Sebabkan Keracunan 72 Siswa di Jakarta Timur