Trump Klaim Pilot AS Diselamatkan dari Iran, Klaim Berlawanan Muncul dari Tehran

- Selasa, 07 April 2026 | 06:45 WIB
Trump Klaim Pilot AS Diselamatkan dari Iran, Klaim Berlawanan Muncul dari Tehran

Iran baru saja menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Itu terjadi Jumat lalu, ketika angkatan bersenjata mereka mengklaim berhasil menembak jatuh setidaknya dua jet tempur, tiga drone, plus dua rudal jelajah. Situasinya memang memanas.

Namun begitu, Presiden AS Donald Trump punya cerita lain. Lewat unggahan di media sosialnya, Minggu (5/4/2026), dia justru menyampaikan kabar baik. Menurutnya, pasukannya berhasil menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang sempat hilang pasca-insiden penembakan itu.

Trump terlihat sangat bersemangat mengumumkannya.

"Kami telah menyelamatkan awak F15 yang mengalami luka serius dan sangat berani, di dalam pegunungan Iran," tulisnya.
"Militer AS melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati. Dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!"

Operasi penyelamatan ini, kata Trump, melibatkan puluhan pesawat tempur bersenjata lengkap. Bahkan, menurut laporan sejumlah media AS, bukan cuma angkatan udara yang dikerahkan. Pasukan khusus hingga anggota CIA disebut-sebut turut serta dalam misi berisiko tinggi ini.

Navy SEAL Diterjunkan, Klaim Berlawanan Muncul

Rupanya, operasinya lebih kompleks dari yang dibayangkan. Media terkemuka AS, New York Times, mengutip seorang pejabat Washington yang enggan disebut namanya. Mereka melaporkan bahwa tim elit Navy SEAL Team 6-lah yang mendapat tugas berat untuk mengevakuasi sang pilot dari lokasi yang berbahaya.

Ceritanya, saat pasukan khusus AS bergerak mendekati posisi pilot yang terdampar, mereka harus menghadapi halangan. Bom dan tembakan senjata dilancarkan konon untuk menjauhkan pasukan Iran dari area tersebut.

Tapi di sisi lain, narasi dari Tehran sama sekali berbeda. Pihak Iran dengan tegas menyatakan bahwa operasi penyelamatan AS itu gagal total. Mereka bahkan mengklaim berhasil menembak jatuh 2 pesawat dan satu helikopter AS yang terlibat dalam upaya evakuasi tersebut. Klaim yang saling bertolak belakang ini, tentu saja, membuat situasi jadi makin rumit.

Yang jelas, pernyataan Trump telah menambah dimensi baru dalam ketegangan ini. Meski pilotnya sudah diklaim selamat, debat tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan masih terus bergulir.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar