WASHINGTON – Amerika Serikat menyatakan diri siap untuk berperang melawan Iran dalam jangka waktu yang panjang, bahkan lebih dari satu bulan. Klaim ini muncul di tengah operasi militer gabungan yang digelar bersama Israel, yang sudah berjalan sejak akhir pekan lalu. Awalnya, operasi ini diproyeksikan rampung dalam empat minggu. Tapi kenyataannya di lapangan, situasinya tak semudah itu.
Presiden Donald Trump dengan tegas menyampaikan bahwa kapasitas negaranya jauh melampaui proyeksi awal. "Sejak awal, kami memproyeksikan 4 hingga 5 minggu," ujarnya dari Gedung Putih, Selasa (3/3/2026).
"Tapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu. Kami akan melakukannya," tegas Trump.
Dia menambahkan, militer AS telah menjalankan operasi skala besar secara berturut-turut hingga hari ketiga, Senin kemarin. Operasi terus berlanjut, menunjukkan intensitas yang tak kunjung surut.
Artikel Terkait
Ekonom UOB: Daya Beli Menurun, Manufaktur Jadi Kunci Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Global
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
Indonesia Ekspor 75 Ton Telur Ayam ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste