WASHINGTON – Amerika Serikat menyatakan diri siap untuk berperang melawan Iran dalam jangka waktu yang panjang, bahkan lebih dari satu bulan. Klaim ini muncul di tengah operasi militer gabungan yang digelar bersama Israel, yang sudah berjalan sejak akhir pekan lalu. Awalnya, operasi ini diproyeksikan rampung dalam empat minggu. Tapi kenyataannya di lapangan, situasinya tak semudah itu.
Presiden Donald Trump dengan tegas menyampaikan bahwa kapasitas negaranya jauh melampaui proyeksi awal. "Sejak awal, kami memproyeksikan 4 hingga 5 minggu," ujarnya dari Gedung Putih, Selasa (3/3/2026).
"Tapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu. Kami akan melakukannya," tegas Trump.
Dia menambahkan, militer AS telah menjalankan operasi skala besar secara berturut-turut hingga hari ketiga, Senin kemarin. Operasi terus berlanjut, menunjukkan intensitas yang tak kunjung surut.
Namun begitu, respon dari Iran ternyata di luar perkiraan banyak pihak. Mereka melancarkan perlawanan yang cukup sengit. Bukan cuma wilayah Israel yang jadi sasaran, tapi juga pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di seluruh Timur Tengah. Rudal dan drone Iran menghujani pos-pos tersebut, seolah mengabaikan seruan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS untuk menghentikan serangan.
Kerusakan parah dilaporkan terjadi. Di Bahrain, sebuah pangkalan militer AS luluh lantak. Keadaan serupa terlihat di Kuwait. Bahkan, yang cukup mencengangkan, tiga jet tempur F-15E AS dilaporkan ditembak jatuh di Kuwait oleh rudal pertahanan udara mereka sendiri. Kejadian itu disebut-sebut sebagai insiden salah sasaran yang memilukan.
Jadi, meski AS mengklaim punya daya tahan lama, jalan operasi ini jelas tak akan mulus. Perlawanan Iran yang gigih dan insiden-insiden tak terduga di lapangan membuat situasi semakin rumit dan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal, Biaya Avtur Tak Dikenakan ke Jamaah
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu, Fase Kedua Gencatan Gaza Terhambat
Ditjen Pajak: 3,7 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Antisipasi Lonjakan Akhir April
Dokter Tifa Berencana Terbang ke Jepang untuk Verifikasi Gelar Akademik Rismon