Indonesia Ekspor 75 Ton Telur Ayam ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste

- Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40 WIB
Indonesia Ekspor 75 Ton Telur Ayam ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste

Indonesia kembali mengirimkan telur ayam ke pasar internasional. Kali ini, sebanyak 75 ton telur dikapalkan menuju tiga negara: Jepang, Singapura, dan Timor Leste. Pengiriman ini bukan yang pertama, tapi tetap jadi kabar baik di tengah hiruk-pikuk isu pangan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sendiri yang melepas ekspor itu di Jakarta Selatan, Selasa lalu. Menurutnya, enam kontainer berisi telur tersebut punya nilai cukup fantastis, mencapai Rp3,3 miliar.

"Ini sinyal ke dunia bahwa cadangan pangan kita sebenarnya melimpah," ujar Amran.

Dia berharap langkah ini perlahan mengikis anggapan bahwa Indonesia tak mandiri dan selalu bergantung pada impor. Ekspor, baginya, adalah bukti nyata.

"Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Untuk ayam dan telur, kita sudah swasembada. Ekspor ini menambah devisa, menciptakan lapangan kerja, dan menambah nilai tambah produk," tegasnya.

Memang, upaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan terus digaungkan. Ekspor unggas dan olahan ayam ke sejumlah negara Asia pekan lalu adalah salah satu bentuk realisasinya. Namun begitu, jalan menuju sana masih panjang.

Yang menarik, akselerasi ekspor semacam ini melibatkan kolaborasi erat dengan korporasi. Rupanya, pengiriman telur konsumsi sudah berjalan beberapa tahun belakangan. Bahkan, total sudah ada sepuluh negara tujuan, tak hanya di Asia, tapi merambah hingga Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Mereka menyiapkan pabrik pakan khusus untuk mendongkrak produksi telur dan olahan ayam lainnya. Kolaborasi dengan swasta terus digencarkan, tentu saja.

Ekspor 75 ton telur kemasan ini ditangani oleh empat perusahaan: PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Food Delight. Kerja sama seperti inilah yang diharapkan bisa terus mendorong produk lokal ke kancah yang lebih luas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar