“Ini karena dia berputar-putar di Selat Malaka, maka terjadilah curah hujan ekstrem lebih dari 1 hari, jadi 2 hingga 3 hari,” papar Faisal.
“Ini yang menyebabkan eskalasi bencananya demikian besar, karena siklonnya terlalu lama berada di daerah tersebut.”
Di sisi lain, imbauan kewaspadaan sudah disebarkan. Beberapa kepala daerah disebutkan Faisal cukup responsif.
“Sehingga ada beberapa kepala daerah juga yang menangkap informasi itu dan menyampaikan secara langsung kepada jajarannya di tingkat daerah,” ujarnya.
Di akhir penjelasannya, Faisal menyelipkan pesan. Ia meminta para pemimpin daerah untuk lebih cermat.
“Mohon para kepala daerah juga berhati-hati dan mencermati informasi-informasi yang kami berikan melalui pos atau koordinator tiap provinsi.”
“Ada lima balai besar yang kami miliki, itu memiliki wewenang untuk memberikan warning langsung ke provinsinya,” tutupnya.
Intinya, informasi sudah diberikan. Tapi, ketidakpastian cuaca dan bagaimana respons di lapangan, tetap menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan begitu saja.
Artikel Terkait
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil
ICP Indonesia Terjun ke USD61,10, Dihantam Banjir Pasokan Global
Publik Soraki KPK Usai Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji