Suasana di Masjid Ummar Bin Khattab, Jatinegara, Rabu sore itu terasa berbeda. Bukan hanya karena nuansa Ramadan, tapi juga karena riuh rendah sekitar 500 penyandang disabilitas beserta keluarga mereka yang memadati lokasi. Mereka datang dari berbagai yayasan di Jakarta, mewakili beragam latar, untuk menghadiri acara bertajuk "Literasi dan Ta'awun Disabilitas".
Ini adalah hasil kolaborasi CT ARSA Foundation, AirNav Indonesia, dan Sakinah Finance. Intinya sederhana: meningkatkan kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri teman-teman disabilitas. Tapi jalan yang ditempuh bukan sekadar bantuan langsung. Mereka memilih pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Azizatun Azhimah, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, hadir mewakili perusahaannya. Dia menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen TJSL perusahaan yang selaras dengan tujuan SDGs.
"Hari ini adalah kolaborasi dari orang-orang baik untuk menguatkan kemandirian kaum disabilitas," ujarnya.
"Kami memberikan berbagai pelatihan agar mereka bisa lebih berdaya guna dan mandiri untuk berkarya. Semua itu terlepas dari keterbatasan yang dimiliki."
Nah, pelatihan yang dimaksud cukup konkret. Peserta dibekali tiga jenis keahlian utama: bisnis syariah, cara bekerja di lembaga keuangan syariah, plus pelatihan untuk berkarier di lembaga zakat dan wakaf. Dua puluh trainer dari Sakinah Finance turun langsung membimbing.
Elsa Kartika Sari Sunarya dari CT ARSA Foundation menambahkan, kerja sama dengan AirNav sudah berjalan cukup lama, mencakup banyak sektor. Namun, fokus kali ini punya arti khusus.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Global Konflik AS-Iran
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Diserahkan ke Kedubes Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya
Mendag Andalkan Sistem Pantau Harian untuk Jaga Stok dan Harga Jelang Lebaran
Pemuda Dibawa Warga ke Polres Serang Diduga Perkosa Remaja 15 Tahun