Lansia Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Pringsewu
Pringsewu – Seorang pria lanjut usia ditemukan tewas di sebuah saluran irigasi. Kejadian ini diduga bermula dari niatnya mengecek kolam miliknya sendiri.
Korban, Sakiman (84), warga Pringsewu Selatan, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada hari Selasa lalu. Posisinya tertelungkup di dalam saluran air itu.
Menurut Asep, seorang warga, penemuan itu terjadi secara tak terduga. Saat itu ia sedang membersihkan halaman rumahnya.
"Waktu bersih-bersih, saya lihat ada laki-laki tertelungkup di selokan. Saya langsung lapor ke ketua RW," ucap Asep.
Warga dan perangkat desa pun bergegas memeriksa. Sayangnya, sudah terlambat. Tubuh Sakiman terasa kaku saat disentuh. Semua tanda menunjukkan ia telah meninggal sebelum bantuan apa pun datang.
Di sisi lain, pihak kepolisian segera bergerak. AKP Ramon Zamora dari Polsek Pringsewu Kota menjelaskan, tim Inafis Satreskrim dan tenaga medis langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Ada beberapa luka di tubuh korban," kata Ramon. Namun begitu, luka-luka itu diduga kuat bukan berasal dari kekerasan orang lain. "Lebih mirip bekas terbentur batu dan dasar selokan yang kasar saat terjatuh," tambahnya.
Analisis medis sementara memperkirakan Sakiman telah wafat antara 3 hingga 8 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, ia terpeleset dan jatuh saat berjalan sendirian di area itu.
Ramon juga mengungkap keterangan dari keluarga. Sakiman ternyata punya kebiasaan rutin keluar malam untuk menengok kolamnya.
"Kolamnya itu jaraknya kira-kira 150 meter dari rumah. Malam itu cuaca gerimis. Jalannya licin dan gelap," jelasnya, menggambarkan kondisi yang kurang bersahabat.
Keluarga, kata Ramon, telah menerima musibah ini dengan lapang. Mereka memilih untuk tidak melakukan autopsi lebih lanjut.
"Jasad almarhum sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman," pungkas Ramon menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Filipina, Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN
Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stabil, Investor Wait and See
Pemprov Sulsel Usul Kenaikan Tarif BBNKB dari 7 Persen Menjadi 10 Persen