Pria 84 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Usai Mengecek Kolam Malam Hari

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:54 WIB
Pria 84 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Usai Mengecek Kolam Malam Hari

Lansia Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Pringsewu

Pringsewu – Seorang pria lanjut usia ditemukan tewas di sebuah saluran irigasi. Kejadian ini diduga bermula dari niatnya mengecek kolam miliknya sendiri.

Korban, Sakiman (84), warga Pringsewu Selatan, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada hari Selasa lalu. Posisinya tertelungkup di dalam saluran air itu.

Menurut Asep, seorang warga, penemuan itu terjadi secara tak terduga. Saat itu ia sedang membersihkan halaman rumahnya.

"Waktu bersih-bersih, saya lihat ada laki-laki tertelungkup di selokan. Saya langsung lapor ke ketua RW," ucap Asep.

Warga dan perangkat desa pun bergegas memeriksa. Sayangnya, sudah terlambat. Tubuh Sakiman terasa kaku saat disentuh. Semua tanda menunjukkan ia telah meninggal sebelum bantuan apa pun datang.

Di sisi lain, pihak kepolisian segera bergerak. AKP Ramon Zamora dari Polsek Pringsewu Kota menjelaskan, tim Inafis Satreskrim dan tenaga medis langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Ada beberapa luka di tubuh korban," kata Ramon. Namun begitu, luka-luka itu diduga kuat bukan berasal dari kekerasan orang lain. "Lebih mirip bekas terbentur batu dan dasar selokan yang kasar saat terjatuh," tambahnya.

Analisis medis sementara memperkirakan Sakiman telah wafat antara 3 hingga 8 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, ia terpeleset dan jatuh saat berjalan sendirian di area itu.

Ramon juga mengungkap keterangan dari keluarga. Sakiman ternyata punya kebiasaan rutin keluar malam untuk menengok kolamnya.

"Kolamnya itu jaraknya kira-kira 150 meter dari rumah. Malam itu cuaca gerimis. Jalannya licin dan gelap," jelasnya, menggambarkan kondisi yang kurang bersahabat.

Keluarga, kata Ramon, telah menerima musibah ini dengan lapang. Mereka memilih untuk tidak melakukan autopsi lebih lanjut.

"Jasad almarhum sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman," pungkas Ramon menutup penjelasannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar