5 Pilar Kunci Indosat untuk Indonesia Emas 2045: Siapkah Kita Menyambut Era Kedaulatan AI?

- Senin, 27 Oktober 2025 | 16:54 WIB
5 Pilar Kunci Indosat untuk Indonesia Emas 2045: Siapkah Kita Menyambut Era Kedaulatan AI?
Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Laporan "Empowering Indonesia 2025" untuk Kedaulatan AI

Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Peta Jalan Menuju Kedaulatan AI Indonesia 2045

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) bersama perusahaan riset Twimbit secara resmi meluncurkan laporan bertajuk "Empowering Indonesia 2025: Building Bridges of Tomorrow". Laporan ini menyajikan kerangka strategis bagi Indonesia untuk mencapai kedaulatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai pilar utama transformasi digital dan akselerator menuju visi Indonesia Emas 2045.

Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, serta President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. Kedua pemimpin tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan potensi penuh Artificial Intelligence (AI) bagi kemajuan bangsa.

Komitmen Indosat sebagai 'AI Telco' untuk Akses AI Merata

Dalam sambutannya, Vikram Sinha menegaskan kembali tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia, sebuah semangat yang telah menjadi landasan sejak proses merger perusahaan.

"Kami belajar bahwa tujuan kami lebih besar, yaitu memberdayakan Indonesia. Kini, kita berada di waktu yang sangat tepat. Era ini bukan lagi hanya tentang konektivitas, tetapi tentang gabungan konektivitas plus komputasi yang menghasilkan intelijensia," ujar Vikram di Kantor Pusat Indosat, Jakarta Pusat.

Vikram menekankan bahwa teknologi AI harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia, dari Jakarta hingga Jayapura. Untuk mewujudkan hal ini, kolaborasi menjadi kunci utama. Indosat berkomitmen mendukung Indonesia AI Center of Excellence sebagai platform kolaborasi, dengan fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian untuk mengakselerasi target pertumbuhan PDB.

Dukungan Pemerintah dan Harmonisasi Peta Jalan AI Nasional

Wamenkominfo Nezar Patria menyambut baik inisiatif yang diusung oleh Indosat. Ia menyatakan bahwa laporan "Empowering Indonesia 2025" sangat relevan dengan Peta Jalan AI Nasional yang sedang diselesaikan oleh pemerintah.

"Ada dua kata kunci yang sangat signifikan hari ini: konektivitas dan komputasi. Keduanya adalah fondasi transformasi digital Indonesia," kata Nezar.

Nezar juga memuji langkah strategis Indosat yang berfokus menjadi 'AI Telco', yang menempatkan perusahaan di garda depan industri telekomunikasi. Pemerintah disebutkan sedang memberikan perhatian serius pada pengembangan AI.

"Peta Jalan AI Nasional sedang dalam proses harmonisasi untuk dijadikan Peraturan Presiden. Ini akan memberikan Indonesia kerangka hukum untuk mendorong pertumbuhan AI yang etis, bertanggung jawab, dan pada akhirnya menuju kedaulatan AI," jelasnya.

5 Pilar Strategis Menuju Kedaulatan AI Indonesia

Laporan "Empowering Indonesia 2025" mengidentifikasi bahwa adopsi AI yang kuat berpotensi meningkatkan pertumbuhan PDB tahunan Indonesia hingga 6,8%. Bahkan, hal ini dapat mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi lima tahun lebih cepat dari target 2045.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, laporan ini merumuskan lima pilar utama menuju kedaulatan AI Indonesia:

1. Infrastruktur Digital yang Kuat

Membangun pusat data nasional berbasis energi terbarukan, memastikan kedaulatan data, dan memperkuat ekosistem digital dari pusat hingga edge computing.

2. Talenta AI yang Berkelanjutan

Meningkatkan kompetensi untuk mencetak 400.000 profesional AI pada tahun 2030 melalui program pendidikan berskala nasional.

3. Pertumbuhan Industri AI

Mendorong kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta, serta memberikan dukungan kuat bagi startup AI untuk menciptakan solusi lokal.

4. Kemampuan Riset dan Pengembangan (R&D) AI

Membangun lembaga riset AI nasional dan menjalin kemitraan global untuk mempercepat pengembangan teknologi AI yang relevan dengan konteks lokal.

5. Regulasi dan Etika AI yang Kuat

Mengembangkan kebijakan AI yang komprehensif dan kerangka etika yang kuat untuk memastikan pengembangan AI yang bertanggung jawab dan membangun kepercayaan publik.

Tantangan dan Harapan Ke Depan

Laporan ini juga tidak menutup mata terhadap tantangan, seperti ketergantungan pada teknologi asing dan risiko penyalahgunaan AI. Salah satu sorotan adalah peningkatan konten deepfake di Indonesia yang mencapai 1.550% pada periode 2023-2024.

Dengan peta jalan yang jelas dan semangat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta teknologi AI. Hal ini akan membangun jembatan menuju masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat secara digital.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar