Gaban mengingatkan, harga itu sudah terlihat jelas. Lihat saja kerusakan di Sumatera yang berujung banjir dan longsor. Menurutnya, bukan tidak mungkin bencana serupa akan segera terjadi di Sulawesi atau Halmahera. Beberapa wilayah di Halmahera pun sebenarnya sudah mulai sering kebanjiran.
Belum lagi soal pencemaran laut oleh logam berat dari aktivitas penambangan. Masalahnya makin runyam.
Namun begitu, Gaban percaya masih ada jalan lain. Apakah mungkin membangun ekonomi dan kemakmuran tanpa menghancurkan alam? "Sangat mungkin," tegasnya.
Ia dan kawan-kawannya bahkan telah mengusulkan sebuah metode dalam buku berjudul "RESET INDONESIA". Mekanisme itu mereka sebut sebagai ekonomi biru atau blue economy, sebuah konsep ekonomi yang justru bertumpu pada kelestarian alam.
"Seperti apa detail dari blue economy atau ekonomi biru yang kami usulkan, Anda bisa membacanya di buku RESET Indonesia," pungkas Gaban, mengakhiri kritiknya.
Simak selengkapnya dalam video berikut.
Artikel Terkait
Tokyo Lumpuh: Ratusan Ribu Komuter Terjebak Gangguan Kereta 9 Jam
Jual Motor Curian di Facebook, Dua Pelaku Malah Ketemu Korban
Penyidikan Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan, Muncul Kritik Penyalahgunaan Kekuasaan
Mendagri Tito Panggil Menteri Turun Tangan, Genjot Pemulihan Pascabencana Sumatera