Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal keputusan Fitch Ratings yang mengubah prospek utang Indonesia menjadi negatif. Menurutnya, ada semacam miskomunikasi yang bikin program pemerintah belum sepenuhnya dipahami oleh para pemain global. Intinya, cerita kita belum sampai dengan benar.
Nah, untuk mengatasi hal itu, Purbaya berencana terbang ke luar negeri pada April 2026 nanti. Waktunya kebetulan pas dengan pertemuan IMF-World Bank di Washington DC. Rencananya, dia akan pakai kesempatan itu buat "marketing" dan klarifikasi soal arah kebijakan fiskal Indonesia ke depannya.
"Mungkin karena pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sanksi jangan-jangan Menteri Keuangan enggak bisa ngitung,"
Ujarnya saat berbincang dengan media dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat lalu.
"Jadi itu kesalahan saya juga karena saya enggak pernah ke luar negeri kan."
Dia mengakui, sebelumnya lebih memilih fokus mengurus ekonomi dalam negeri dulu sampai target pertumbuhan tertentu tercapai. Tapi, melihat sentimen pasar global yang tetap lesu padahal fundamental kita cukup kuat, dia pun memutuskan untuk turun tangan langsung. April nanti dia akan ke luar, katanya, buat memastikan dunia internasional paham betul apa yang sedang dikerjakan Indonesia.
Langkah ini jelas respons atas laporan Fitch yang menyoroti ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran akan pelonggaran fiskal yang terlalu agresif. Fitch khawatir pemerintah baru terlalu bernafsu mengejar pertumbuhan tinggi.
Di depan para wartawan, Menkeu berusaha meluruskan. Dia menekankan bahwa Indonesia punya track record bagus dalam menghadapi gejolak sepanjang 2025, tanpa melanggar batas aman defisit. Dia optimis pertumbuhan ekonomi akan lebih kencang lagi.
Artikel Terkait
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Terharu Saksikan Bantuan Indonesia untuk Palestina