Di Balik Klaim Swasembada, Indonesia Masih Impor Ratusan Ribu Ton Beras

- Senin, 01 Desember 2025 | 21:50 WIB
Di Balik Klaim Swasembada, Indonesia Masih Impor Ratusan Ribu Ton Beras

"Segmen industri harus berjalan," ujarnya, "tetapi stabilitas pangan dan perlindungan petani tetap menjadi prioritas."

Poin ini yang terus ditekankan: impor khusus ini diklaim tidak akan mengganggu harga gabah di tingkat petani, juga tidak mempengaruhi pasar beras medium yang dikonsumsi mayoritas rakyat.

Lalu, Bagaimana dengan Produksi Lokal?

Arief menyebut kondisi produksi dalam negeri cukup aman. Bahkan surplus. Proyeksi BPS menyebutkan produksi beras bisa mencapai 34,79 juta ton. Angka itu, menurutnya, sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan beras medium nasional.

Data dari BPS seolah membenarkan pemisahan kategori ini. Pudji Ismartin, Deputi BPS, menyampaikan bahwa seluruh impor 364,3 ribu ton selama periode Januari-Oktober itu tercatat sebagai beras khusus dan industri. Bukan yang untuk konsumsi umum.

Jadi, narasinya coba diarahkan pada dua hal yang berjalan paralel: swasembada untuk kebutuhan utama, dan impar terbatas untuk kebutuhan yang tak bisa dipenuhi lokal. Persoalannya, bagi sebagian orang, angka impor berapa pun tetap saja terasa mengganjal di tengah koar-koar swasembada. Itu realita yang tak bisa dipungkiri.


Halaman:

Komentar