Sementara itu, Sumatera Utara mendapat alokasi lebih besar, yakni Rp7,80 miliar. Bantuan yang dikirim sangat banyak. Mulai dari 28.280 makanan siap saji, 3.000 paket makanan anak, 2.000 paket lauk pauk, hingga family kit, kids ware, sandang dewasa dan anak. Juga ada kasur, selimut, tenda gulung, tenda serbaguna, mi instan, dan air mineral.
Distribusinya menjangkau tujuh titik: Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Tapanuli Utara, Langkat, Tapanuli Selatan, serta Sentra Bahagia Medan yang melayani tingkat provinsi.
Di sisi lain, Sumatera Barat menerima bantuan senilai Rp3,64 miliar. Bantuan disalurkan ke empat titik utama, yaitu Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar.
Rinciannya antara lain 4,4 ton beras reguler, ribuan paket makanan siap saji dan makanan anak, family kit, kids ware, kasur, selimut, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, lampu emergency, serta tiga unit dapur umum lapangan.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga menggerakkan dapur umum dan dapur mandiri. Nilainya sekitar Rp4,5 miliar dengan kapasitas produksi mencapai 88.000 bungkus per hari di 28 titik yang tersebar di tiga provinsi tersebut. Menurut pihak Kemensos, jumlah layanan ini akan terus ditambah seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Artikel Terkait
Panggung Dangdut Usai Isra Miraj di Banyuwangi Picu Kecaman
Bripda Rio Diberhentikan Tak Hormat Usai Ditemukan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Klaim Bahagia Prabowo Beradu dengan Data 100 Juta Penduduk Miskin
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional Terkuak