Di Jakarta, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman duduk bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi. Pertemuan itu, yang berlangsung Kamis lalu, lebih dari sekadar kunjungan silaturahmi biasa. Mereka membahas situasi memanas di Timur Tengah, sebuah isu yang kini menyita perhatian global.
Andi tak ragu menyuarakan harapannya: konflik harus segera diakhiri.
"Kita pada prinsipnya meminta semua pihak agar menahan diri dan menghentikan peperangan," tegasnya.
Menurut gubernur, eskalasi yang lebih luas hanya akan menuai kerugian bagi siapa saja. Tak cuma soal politik, tapi nyawa dan penderitaan warga sipil yang jadi taruhannya.
Ia lantas menyoroti bulan Ramadan yang seharusnya penuh berkah. "Banyak saudara muslim yang tengah melaksanakan ibadah Ramadan terdampak. Ini menimbulkan kerugian materi, dampak ekonomi, serta hilangnya nyawa dari para pihak," ujarnya, suara terdengar berat.
Di sisi lain, keamanan Arab Saudi jadi perhatian khususnya. Maklum, Ramadan adalah puncak kedatangan jemaah umrah ke Makkah dan Madinah. Banyak di antaranya berasal dari Sulsel.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel mendesak seluruh pihak dalam konflik Timur Tengah untuk menjaga keamanan Saudi Arabia," jelas Andi. Kekhawatirannya nyata. Keamanan dan kekhusyukan jutaan jemaah, termasuk warga Sulsel, tak boleh terganggu.
Ia pun mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut menyebarkan pesan perdamaian. Konflik, bagaimanapun, harus diselesaikan dengan jalan damai.
"Kita semua wajib mengambil peran dalam menyebarkan pesan damai ini," pungkasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
AS Genjot Produksi Fosil, Cina Kuasai Teknologi Hijau: Dua Jalur Perebutan Kepemimpinan Energi Global
Sidang Korupsi Laptop Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Makarim Tak Hadir karena Dirawat di RS
Daycare Little Aresha di Yogyakarta Diduga Aniaya 53 Anak, Tak Berizin dan Jadi Sorotan Menteri
Enam Tokoh Berdatangan ke Istana, Isu Reshuffle Terbatas Makin Menguat