Malaysia Pionir Bantuan Medis untuk Korban Banjir Aceh

- Minggu, 30 November 2025 | 21:00 WIB
Malaysia Pionir Bantuan Medis untuk Korban Banjir Aceh
Bantuan Internasional untuk Aceh

Bantuan Internasional untuk Aceh Mulai Berdatangan, Malaysia yang Pertama

Gelombang bantuan internasional akhirnya tiba di Aceh. Ini adalah respons terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu. Negara pertama yang mengulurkan tangan adalah Malaysia. Mereka tak hanya mengirim obat-obatan dan peralatan medis, tapi juga sejumlah tenaga dokter.

Pesawat yang membawa bantuan dari negara jiran itu mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Waktunya Sabtu malam, tepatnya pukul 20.00 WIB, tanggal 29 November 2025.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, kiriman dari luar negeri sudah mulai mengalir ke Tanah Rencong.

"Obat-obat ini sumbangan rakyat Malaysia, ini bantuan kepada kita," ujar Mualem, Sabtu (29/11).

Nilai bantuan obat-obatan yang dikirimkan mencapai 1 juta ringgit. Barang-barang ini rencananya akan digabung dengan paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya jelas: agar bisa segera disalurkan ke daerah-daerah yang paling menderita.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan layanan khusus untuk kedatangan bantuan kemanusiaan ini. Total ada 82 karton peralatan medis yang datang, dikawal langsung oleh tim dokter dari Malaysia. Sebuah bentuk solidaritas yang nyata untuk saudara-saudaranya di Aceh yang sedang berjuang menghadapi banjir dan gempa.

Budy menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari kedatangan, pemeriksaan, hingga pengurusan kepabeanan, dipastikan berjalan cepat. Mereka membuka jalur layanan khusus atau fast track seperti yang diminta Pemerintah Aceh.

"Bea Cukai memberikan asistensi penuh mulai dari pembebasan pungutan impor, percepatan pemeriksaan, hingga koordinasi lintas instansi agar dokter dan peralatan medis dapat segera bergerak menuju wilayah terdampak," jelas Budy.

Dengan demikian, bantuan yang dinanti-nanti itu diharapkan bisa segera sampai ke tangan korban. Langkah cepat ini menjadi angin segar di tengah situasi yang serba sulit.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar