Washington. Lewat sebuah postingan di Truth Social, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah mencegat sebuah kapal kargo Iran di perairan Teluk. Kapal bernama Touska itu, menurutnya, merupakan bagian dari blokade maritim yang sedang diberlakukan terhadap Teheran.
Trump menulis bahwa kapal tersebut dihentikan setelah gagal merespons peringatan untuk berhenti. "Mereka mencoba menerobos blokade," klaim mantan presiden itu. Ia juga menyebut kapal Touska sebelumnya telah terkena sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran sama sekali belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi soal insiden di laut itu.
Namun begitu, Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian merilis rekaman video. Rekaman itu katanya menunjukkan proses pencegatan, di mana terlihat tembakan dilepaskan ke arah kapal kargo. Situasinya tampak tegang.
Perundingan yang Dipertanyakan
Di sisi lain, dari Gedung Putih datang kabar lain. Wakil Presiden JD Vance dikonfirmasi akan memimpin delegasi Amerika untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran. Lokasinya di Pakistan.
Tapi, rencana itu tampaknya mentok. Media pemerintah Iran melaporkan pejabat mereka tak akan hadir selama blokade laut AS masih terus berjalan. Sumber media Iran bahkan menyebut kabar soal putaran kedua ini "tidak benar". Mereka menilai langkah Washington justru menghambat diplomasi.
Persiapan di Islamabad memang dilaporkan tetap berlangsung. Tapi tanpa kepastian dari Teheran, semuanya jadi mengambang.
Konflik antara kedua negara ini memanas sejak akhir Februari lalu, pasca serangan AS dan Israel. Gelombang serangan balasan sempat memenuhi berita dari Timur Tengah selama beberapa pekan, sebelum akhirnya ada jeda gencatan senjata dua minggu.
Putaran pertama perundingan sebelumnya sudah gagal. Isu-isu besar dari program nuklir Iran hingga kontrol atas Selat Hormuz yang strategis masih jadi ganjalan utama. Trump sendiri bersikukuh blokade pelabuhan Iran akan terus berlaku sampai ada kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak.
Jadi, situasinya sekarang seperti ini: di laut, kapal perang berhadapan. Di meja diplomasi, kursi dari satu pihak masih kosong. Dan jalan keluar dari kebuntuan ini belum terlihat.
Artikel Terkait
DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Berikan Kepastian Hukum
Bappenas dan Kemenkop Bahas Perpres untuk Kuatkan Koperasi Produksi
Sekjen Kabinet Tinjau Program Sekolah Rakyat, Soroti Masih Ada Anak Putus Sekolah di Pusat Kota
Kementerian Sosial Jangkau 77 Anak Terlantar di Jakarta untuk Ikuti Sekolah Rakyat