Rabu (21/1) siang, di tengah tekanan pada rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo duduk bersama. Pertemuan yang digelar di Wisma Negara, Jakarta, ini juga dihadiri sejumlah perwakilan DPR. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang memfasilitasi.
Agendanya? Sinkronisasi kebijakan, begitu kata Purbaya. Pemerintah, lewat kementerian keuangan, akan fokus membenahi kondisi fiskal dan perekonomian. Di sisi lain, Bank Sentral punya tugas utama: menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak.
“Bahas macam-macam, biasa diskusi,” ujar Purbaya usai pertemuan, dengan nada santai.
“Tadi kan ada Gubernur BI, kita lakukan sinkronisasi kebijakan. Saya akan membenahi fiskal dan perekonomian, Pak Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar,” jelasnya kepada para wartawan yang menunggu.
Soal kemungkinan intervensi khusus dari kementeriannya untuk menahan pelemahan rupiah, Purbaya tegas. Itu ranah bank sentral.
Artikel Terkait
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA
BNBR Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru, Dana Rights Issue Utamanya untuk Bayar Utang