BNPB Catat Kebakaran Lahan di Kaltim dan Banjir di Pasuruan dalam Dua Hari

- Kamis, 23 April 2026 | 08:30 WIB
BNPB Catat Kebakaran Lahan di Kaltim dan Banjir di Pasuruan dalam Dua Hari

Kebakaran Lahan dan Banjir Melanda, BNPB Catat Rentetan Bencana dalam Dua Hari

Asap tebal kembali mengepul di Kalimantan. Kali ini, kobaran api melahap sekitar satu hektare lahan perkebunan warga di Kampung Sekolaq Joleq, Kutai Barat. Kejadian ini jadi salah satu laporan utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk periode 21-22 April 2026, di tengas dominasi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi kejadian itu.

"BPBD Kabupaten Kutai Barat melaporkan bahwa 1 hektare lahan perkebunan terbakar," ujarnya, Rabu (22/4).

Respon pun digelar cepat. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat turun dengan tiga unit mobil pemadam. Upaya mereka tak sia-sia. Setelah berjuang memadamkan kobaran, situasi akhirnya bisa diredam.

"Berdasarkan laporan terkini, api telah padam dan situasi aman terkendali," kata Abdul Muhari menambahkan.

Namun begitu, kabar buruk tak cuma datang dari Kaltim. Di sisi lain Indonesia, tepatnya di Pasuruan, Jawa Timur, hujan deras selama dua jam memicu masalah serius. Air Sungai Welang meluap hebat, menggenangi dua kecamatan sekaligus: Kraton dan Pohjentrek. Dampaknya luas. Ribuan rumah warga tak luput dari genangan.

Angkanya cukup mencengangkan. Ada 1.320 unit rumah yang terendam. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sepuluh sentimeter hingga enam puluh sentimeter. Bahkan hingga hari laporan dibuat, Rabu kemarin, banjir belum sepenuhnya surut.

"BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi kejadian. Hingga Rabu (22/4), banjir masih menggenangi rumah warga," jelas Abdul Muhari mengenai situasi di Pasuruan.

Hingga saat ini, pemantauan dan pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan. BNPB sendiri mengingatkan kita semua untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem masih mengintai, dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan karhutla masih sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Kejadian di Kutai Barat dan Pasuruan ini barangkali jadi pengingat yang cukup keras.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar