Nissan Akan Hentikan Produksi 11 Model, Fokus pada Kendaraan Laris

- Kamis, 23 April 2026 | 09:50 WIB
Nissan Akan Hentikan Produksi 11 Model, Fokus pada Kendaraan Laris

JAKARTA - Nissan, raksasa otomotif asal Jepang itu, bersiap melakukan pemangkasan besar. Kabarnya, sebelas model kendaraan mereka akan "disuntik mati" alias dihentikan produksinya. Penyebabnya klasik: angka penjualannya yang kurang menggembirakan.

Langkah ini jadi kontras dengan visi jangka panjang yang baru saja mereka gembar-gemborkan. Nissan menyebutnya "Mobility Intelligence for Everyday Life." Dalam rencana itu, mereka akan menghadirkan kembali Xterra, meluncurkan Skyline baru, dan membawa teknologi e-Power ke pasar Amerika lewat Rogue yang didesain ulang.

Namun begitu, di balik rencana ambisius itu, ada proses perampingan yang tak bisa dihindari. Perusahaan memutuskan untuk mengalihkan investasi ke area yang dianggap lebih prospektif. Caranya? Dengan menghentikan produksi model-model yang dianggap "berkinerja rendah." Nissan memang tak menyebut secara spesifik nama-nama model yang akan diberhentikan. Tapi, kita bisa mencoba menebaknya.

Ambil contoh Nissan Altima. Usianya sudah hampir sepuluh tahun dan penjualannya terus merosot. Tahun lalu, hanya 93.268 unit yang laku, turun signifikan dari tahun sebelumnya. Angka itu bahkan kalah dari Chevrolet Malibu yang juga sudah dihentikan.

Kalau Altima benar-benar pergi, mungkin itu bukan akhir dari segalanya. Sentra, yang baru saja didesain ulang, bisa jadi pengganti yang layak. Mobil ini cukup lapang dan menawarkan fitur yang mengesankan untuk harganya yang mulai dari 22.600 dolar AS.

Di sisi lain, ada beberapa kandidat kuat lain. Sebut saja Rogue Plug-in Hybrid, yang sebenarnya adalah Mitsubishi Outlander PHEV yang dibadging ulang. Permintaannya di pasar memang tak pernah tinggi. Lalu ada Murano, SUV yang posisinya cukup niche.

Meski penjualan Murano melonjak 121% tahun lalu setelah didesain ulang, totalnya cuma 42.747 unit. Jumlah itu mungkin terlihat bagus, tapi tampaknya belum cukup untuk menyelamatkannya dari daftar pemangkasan.

Jajaran produk Nissan di AS sebenarnya sedang dalam kondisi kuat, setelah banyak modelnya diperbarui. Tapi tampaknya, di tengah persaingan yang makin ketat, mereka harus memilih. Fokus pada model yang benar-benar laku, dan mengucapkan selamat tinggal pada yang lain.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar