Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut hingga menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada Kamis pagi belum mendorong kenaikan harga suku cadang dan oli kendaraan. Chief Executive Auto2000, Anton Jimmy Suwandi, menyatakan bahwa pihaknya masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga di tengah tekanan nilai tukar tersebut.
“Tahun ini dari sisi harga oli, harga sparepart belum mengalami kenaikan signifikan, seperti kenaikan dari dolar,” ujar Anton di Tangerang, Kamis (4/6/2026).
Menurut Anton, faktor lain yang turut mempengaruhi harga komponen adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang terjadi di kawasan tersebut, katanya, berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku seperti plastik yang digunakan dalam industri komponen otomotif. Namun, hingga saat ini tekanan biaya tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan ke pasar.
“Tidak hanya dolar, ada faktor lain, misal perang, meningkatkan harga plastik dan lain-lain. Ini belum sepenuhnya kita terjemahkan ke pasar,” jelasnya.
Secara historis, pelemahan rupiah kerap diikuti oleh kenaikan harga jual mobil. Anton pun mengakui bahwa pola tersebut dapat terulang kembali. Meski demikian, ia menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk menaikkan harga, baik untuk kendaraan maupun komponennya.
“Kalau dolar naik, boleh dilihat historical harga mobil akan ikut naik. Mumpung harga mobil belum naik, harga sparepart belum naik, saya rasa ini jadi kesempatan yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, di tengah ketidakpastian nilai tukar, Auto2000 justru mengumumkan langkah strategis di dunia balap. Perusahaan meluncurkan kembali partisipasi GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT) pada Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 dan Agya One Make Race (OMR) 2026. Seluruh seri kejuaraan akan digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026.
“Ini sebagai langkah strategis dalam memperluas kontribusi dalam pengembangan ekosistem motorsport Indonesia, dan komitmen Auto2000 untuk bisa berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada AutoFamily. Di dunia motorsport kita belajar pentingnya presisi, kecepatan pengambilan keputusan, kolaborasi tim, dan inovasi teknologi,” ujar Anton.
Pada musim lalu, GRT mencatatkan hasil positif dengan total 21 podium pada ajang ITCR 1200 dan Agya OMR. Tim tersebut berhasil meraih predikat tim terbaik ketiga di bawah tim pabrikan. Target tahun ini adalah mempertahankan gelar juara dan memberikan dukungan maksimal kepada para pembalap yang membawa nama Auto2000.
“Ini menjadi laboratorium Auto2000 dalam menempa skill mekanik untuk mengembangkan mobil performa tinggi, untuk bersaing dengan mekanik profesional lain di seluruh Indonesia. Tahun ini kita siap gaspol lagi untuk bisa mencapai podium juara,” tambah Yagimin, Chief Marketing Auto2000.
GR Garage Auto2000 Racing Team yang berdiri pada Mei 2025 merupakan tim balap non pabrikan di bawah kendali GR Garage by Auto2000. Tim ini membangun Toyota Agya dengan dukungan dari PT Toyota-Astra Motor, Toyota Gazoo Racing Indonesia, dan Toyota Customizing & Development. Untuk musim ini, GRT diperkuat empat pembalap profesional, yaitu Romy Tahrizi, Aris F Harvenda, Leo Bagas, dan Ferry Saputra.
Artikel Terkait
Chery Q Resmi Meluncur di Indonesia, Mobil Listrik Hatchback dengan Daya Tempuh 400 Kilometer
BYD Atto 1 Hadirkan Varian STD Seharga Rp199 Juta, Target Perluas Pasar Mobil Listrik Perkotaan
Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 42,5 Persen pada April 2026, Capai 14.815 Unit
Jetour G700 Seberangi Sungai Ekstrem Sepanjang 1,2 Kilometer dalam 10 Menit, Cetak Tiga Rekor Sekaligus