Gubernur Banten Ambil Alih Perbaikan Jalan Desa yang Rusak Puluhan Tahun di Pandeglang

- Selasa, 21 April 2026 | 03:35 WIB
Gubernur Banten Ambil Alih Perbaikan Jalan Desa yang Rusak Puluhan Tahun di Pandeglang

Jalan di Kecamatan Saketi, Pandeglang, kondisinya memang sudah memprihatinkan. Puluhan tahun, warga di sana harus berjuang melewati ruas jalan yang rusak parah. Nah, yang menarik, Pemprov Banten akhirnya turun tangan mengambil alih perbaikan. Padahal, sebenarnya itu kan wewenang kabupaten.

Menurut keterangan resmi, ruas Jalan Desa Majau-Mekarwangi itu sudah puluhan tahun dalam keadaan buruk. Tapi entah mengapa, perbaikannya tak kunjung datang. Gubernur Banten, Andra Soni, memutuskan untuk tidak tinggal diam. Ia bahkan datang sendiri mengecek hasil perbaikan pada Senin lalu.

Program yang dipakai namanya Bangun Jalan Desa Sejahtera, atau biasa disingkat Bang Andra. Tujuannya sederhana: mempercepat pemerataan infrastruktur di pelosok desa.

"Jalan desa memang bukan kewenangan gubernur," kata Andra kepada para wartawan, Selasa (21/4/2026).

"Tapi kami ambil alih karena ingin bertanggung jawab. Sudah terlalu lama masyarakat desa menghadapi kondisi jalan yang tidak layak."

Dana sebesar Rp 3,84 miliar dari APBD 2025 digelontorkan untuk membangun jalan sepanjang 1,3 kilometer itu. Lebarnya empat meter. Namun begitu, rencananya tidak berhenti di situ. Andra bilang, jalan ini akan dikoneksikan ke wilayah lain untuk membuka akses baru.

"Ke depan akan tersambung ke desa-desa lain seperti Mekarwangi hingga wilayah Saketi-Bojong," jelasnya.

"Ini jadi jalur alternatif yang akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat."

Rasa syukur tentu saja mengemuka dari warga. Kholilullah, salah satu tokoh masyarakat Majau, menggambarkan betapa sulitnya kondisi dulu.

"Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui," ujarnya.

"Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah."

Sejak jalan itu selesai, katanya, perjalanan ke puskesmas atau pasar jadi jauh lebih mudah. Kepala Desa Majau juga mengapresiasi langkah Pemprov ini. Jalan yang dinanti puluhan tahun akhirnya terwujud.

Rencana Ke Depan: Sambung Menyambung

Di sisi lain, pembangunan jelas belum selesai. Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, menyebut tahun 2026 ini akan dikerjakan ruas Polsek Saketi-Pematang. Panjangnya 1,6 km, akan dibangun dengan konstruksi beton.

"Memang total kerusakan jalan ini sekitar 2,8 km," ungkap Arlan.

"Kita lihat ada beberapa segmen hotmix yang masih layak. Tahun ini kita fokus pada ruas yang kerusakannya paling parah dulu, sepanjang 1,6 km dengan anggaran Rp4,8 miliar. Supaya lebih efektif dan cepat tercapai."

Meski dibagi tahap, Arlan menegaskan bahwa pembangunan akan dilanjutkan. Arahan Gubernur adalah menyambungkannya hingga ke Majau.

"Jadi nanti tahun depan akan dilanjutkan sekitar satu kilometer lagi untuk menyambungkan tembus ke Majau," ujarnya.

"Manfaatnya akan lebih optimal kalau jalannya sudah terhubung semua."

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar