Jakarta Barat - Komitmen untuk mengawal aspirasi warga terus digaungkan oleh Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setempat. Namun begitu, komitmen itu tak cuma jadi wacana. Mereka mengklaim pendekatannya bakal berbeda: berbasis kebutuhan riil dan melibatkan diri aktif di tengah masyarakat.
Menurut Ahmad Ruslan, Ketua DPC PKB Jakarta Barat yang juga anggota DPRD DKI, membangun kepercayaan publik bukan perkara gampang. Itu tak bisa cuma lewat narasi politik yang indah.
"Harus diwujudkan dalam kerja konkret dan konsisten di lapangan," tegas Ahmad, Senin (20/4).
Baginya, kunci utamanya adalah memastikan kehadiran yang nyata. Bukan cuma muncul saat musim pemilihan atau ada acara seremonial belaka. Dia menyebut para kadernya didorong untuk turun langsung, mulai dari pendampingan UMKM, menyalurkan bantuan sosial agar tepat sasaran, sampai mengadvokasi persoalan warga sehari-hari. Isunya beragam, dari akses layanan publik hingga masalah lingkungan.
Di sisi lain, menyasar pemilih muda jadi perhatian khusus. Uwais El Qoroni, Wakil Ketua DPC PKB Jakarta Barat, menyoroti hal ini. Generasi muda sekarang, katanya, lebih kritis. Mereka tak mudah dibujuk dengan kampanye biasa.
"Kami harus mengedepankan keterlibatan, bukan sekadar kampanye," ujar Uwais.
Caranya? Dengan mengusung program yang relevan. Misalnya, pengembangan ekonomi kreatif, membuka peluang kerja, atau mengangkat isu lingkungan yang banyak disoroti anak muda. Kehadiran di ruang digital dengan komunikasi yang transparan juga disebutnya sebuah keharusan yang tak bisa dielakkan lagi.
Lebih dari itu, ruang partisipasi bagi mereka harus diperlebar. PKB membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung, baik dalam merumuskan kebijakan maupun kegiatan sosial di akar rumput.
"Yang terpenting, kami harus menunjukkan rekam jejak yang nyata. Generasi muda ini tidak mudah percaya pada janji tanpa bukti," tutur Uwais menegaskan.
Soal membangun citra partai yang lebih dekat dengan orang biasa, Uwais punya penekanan lain. Kehadiran fisik di tengah komunitas tetap tak tergantikan. PKB berupaya agar dirinya relevan dengan problematika warga kota: transportasi yang semrawut, sulitnya dapat hunian terjangkau, polusi, sampai digitalisasi layanan publik yang kerap berbelit.
Pendekatan berbasis komunitas lewat dialog dan kolaborasi dengan berbagai elemen lokal, menurutnya, akan memperkuat kedekatan itu. Tapi semua kembali pada satu hal.
"Konsistensi antara pesan dan tindakan. Itu faktor utama membangun kepercayaan masyarakat," tambahnya.
Artikel Terkait
PULDAPII dan LIMA Events Luncurkan Muslim EduFest, Pameran Pendidikan Islam untuk Bantu Orang Tua Pilih Sekolah Anak
Polres Bogor Perketat Pengawasan di Titik Rawan Curanmor, Buru Pelaku hingga ke Tempat Persembunyian
Bupati Morowali Ciptakan Mesin Pemilah Sampah Otomatis untuk Atasi Limbah Kawasan Industri Bahodopi
Rusa di Taman Sriwedari Solo Ditemukan Mengais Sampah, Wakil Wali Kota Turun Tangan