Menteri HAM: Tiga Anak Korban Penembakan Papua Tengah Jalani Perawatan Intensif

- Selasa, 21 April 2026 | 03:30 WIB
Menteri HAM: Tiga Anak Korban Penembakan Papua Tengah Jalani Perawatan Intensif

Pantau – Anak-anak yang jadi korban penembakan di Kampung Kembru, Papua Tengah, kini sudah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri HAM, Natalius Pigai. Insiden nahas yang terjadi Selasa, 14 April itu memang memilukan. Data dari Kementerian HAM mencatat, ada 15 warga sipil yang meninggal dunia.

Tak cuma itu, tujuh warga lainnya mengalami luka-luka akibat baku tembak. Dari tujuh korban luka, tiga di antaranya adalah anak-anak. Sisanya, empat orang, merupakan warga dewasa.

Pigai menegaskan, korban anak-anak sedang ditangani tenaga medis dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

"Yang anak-anak juga menjadi korban dan sekarang ada juga yang ada di rumah sakit sudah mendapat perhatian oleh pemerintah daerah,"

ujarnya. Sayangnya, hingga kini belum jelas apakah ada anak-anak yang termasuk dalam daftar korban jiwa. Situasinya masih suram.

Upaya Pengungkapan yang Serius

Karena melibatkan banyak korban sipil, Kementerian HAM punya perhatian khusus pada kasus ini. Mereka mendorong upaya pengungkapan agar pelaku dan motifnya bisa diketahui publik. Bahkan, langkah mengambil alih penanganan kasus ditempuh untuk memastikan transparansi dan keadilan.

Menurut Pigai, langkah proaktif ini penting.

"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus,"

tegasnya.

Masyarakat Diduga Sudah Tahu Pelaku

Di sisi lain, Pigai punya penilaian menarik. Ia menduga masyarakat setempat sebenarnya sudah tahu siapa pelakunya. Soalnya, kejadian berlangsung dari pagi hingga siang hari. Ia meminta semua pihak jangan tutup-tutupi fakta dan bersedia menjalani proses hukum.

"Peristiwa itu terjadi siang hari pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,"

tegas Menteri HAM itu.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau. Pemerintah berupaya mengungkap tuntas fakta di balik tragedi ini, demi keadilan yang diharapkan para korban dan keluarga mereka. Jalan masih panjang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar