Salah satu yang merasakan langsung adalah Teguh, 35 tahun. Pekerja ini sering lembur dan terpaksa nginap di stasiun karena ketinggalan kereta terakhir.
"Pulang kerja ketinggalan kereta, terpaksa tidur di area parkir depan stasiun,"
katanya.
Tentu saja tidur di tempat terbuka seperti itu bikin was-was. Selain dingin, Teguh juga khawatir dengan barang bawaannya.
"Takut kehilangan barang. Yang penting itu alat komunikasi, paling takut hilang,"
tambahnya.
Kondisi ini jelas jauh dari kata ideal, apalagi bagi pekerja dengan penghasilan pas-pasan yang terjebak sistem shift malam. Mereka cuma butuh tempat istirahat yang aman dan layak sebuah harapan sederhana yang sayangnya masih sulit terwujud.
Artikel Terkait
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru, Berisi Skin hingga Diamond Gratis