Deni Sister Hong Lombok Ungkap Dampak Pasca-Viral: Ancaman dan Kerugian Finansial
Kisah Deni Apriadi Rahman, yang dikenal sebagai Dea Lipa atau Sister Hong Lombok, terus menjadi perbincangan hangat. Pria berusia 23 tahun ini akhirnya angkat bicara secara terbuka mengenai dampak besar yang ia alami setelah identitasnya sebagai pria yang berprofesi sebagai Makeup Artist (MUA) viral di media sosial.
Deni mengungkapkan bahwa ia menerima banyak ancaman dan teror. Tidak hanya komentar hujatan dan cacian, ia bahkan mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Tekanan batin yang dialaminya begitu berat, hingga sempat membuatnya kehilangan kendali dan memiliki pikiran-pikiran berbahaya terhadap dirinya sendiri.
Dampak lainnya yang sangat terasa adalah kerugian finansial. Sejumlah klien membatalkan pesanan jasa makeup untuk pernikahan mereka. Pembatalan ini tidak hanya merugikan Deni secara pribadi, tetapi juga seluruh timnya, termasuk asisten dan fotografer, yang ikut kehilangan sumber pemasukan.
Sebelumnya, Deni viral karena penampilannya yang sangat feminin dan kerap mengenakan hijab saat mendandani klien. Pria asal Desa Mujur, Lombok Tengah, ini mengaku harus putus sekolah setelah SD dan berjuang menghidupi diri dengan bekerja sebagai penata rias.
Kejadian ini menyisakan pertanyaan besar mengenai etika media sosial dan dampak psikologis yang dialami oleh seseorang yang menjadi sorotan publik secara tiba-tiba.
Artikel Terkait
Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa
Ammar Zoni Berharap Tak Kembali ke Nusakambangan, Ungkap Alasan Pilih Cipinang
Ivan Gunawan Ungkap Transformasi Pribadi dan Proyek Masjid Impian
Ridwan Kamil Buka Suara Usai Perceraian: Masih Ingin Pertahankan Hubungan