Penulis: Ricardo Julio
PURWOREJO, TVRINews
Bulan Ramadan tak mengendurkan semangat. Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bener dan Kebon Gunung tetap sibuk. Mereka memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan seperti biasa. Menu yang dihidangkan pun beragam setiap harinya.
Yang menarik, pengelola program ini menegaskan tidak menggunakan sistem perapelan atau penumpukan distribusi. Semua makanan diolah langsung di dapur dari bahan segar, sesuai petunjuk teknis yang ada.
“MBG Ramadhan day 1 (Senin, 23 Februari 2026) hadir dengan menu spesial: - Jenang Pati Kirut dan Talas ( santan) - Paha Ayam Goreng Kremes - Jeruk. MBG kami insyaAllah diberikan setiap hari dan tidak dirapel (sesuai petunjuk tidak boleh merapel),”
Begitu bunyi unggahan di akun Instagram resmi SPPG Bener Purworejo, Rabu lalu. Unggahan itu sekaligus merinci menu yang telah dibagikan sejak hari pertama puasa.
Adi Candra Prasetiyo, sang Kepala SPPG Bener Purworejo, menegaskan komitmennya. Di tengah suasana puasa, penyajian makanan dengan gizi seimbang untuk seluruh penerima manfaat tetap jadi prioritas.
“Menunya kita buat bervariasi. Misalnya hari ini ada singkong caramel, telur puyuh masak pindang, dan buah kiwi,” ujar Chandra.
Sebelumnya, hidangan yang disajikan juga tak kalah beragam. Mulai dari roti strawberry, telur bebek rebus, kacang kribo, sampai buah kelengkeng. Semua diolah langsung tiap hari, termasuk jenang dan kacang gimbal. Hanya proses pencucian wadah (ompreng) yang dibantu oleh tim pemorsian, karena makanan tidak dikemas dalam foodtray.
Lalu bagaimana dengan distribusinya? Nah, untuk memastikan ketepatan waktu, SPPG membagi pengiriman jadi dua kloter. Pengelompokannya berdasarkan usia sekolah.
“Yang pertama kurang lebih pukul 7.30 pagi dan yang kedua kurang lebih pukul 09.00. Yang pagi untuk kelas kecil TK, Paud, dan yang jam kedua untuk kelas besar SD dan SMP,” jelasnya.
Jangkauan program ini ternyata tak hanya untuk anak sekolah. Di hari pertama Ramadan, SPPG Bener juga mendistribusikan 161 porsi makanan ke empat posyandu. Sasaran utamanya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Untuk ibu hamil dan menyusui, menunya disiapkan khusus: roti abon, paha ayam semur, perkedel tahu, plus jeruk. Sementara balita mendapat menu serupa, dengan tambahan telur semur.
Secara total, program MBG di wilayah ini melayani 3.983 penerima manfaat. Mereka tersebar di 29 sekolah dan 4 posyandu. Pelaksanaan di SPPG Bener dan Kebon Gunung ini menunjukkan satu hal: optimalisasi program bisa dicapai lewat pengolahan bahan segar dan jadwal distribusi yang ketat.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Lurah di Pangkep Diduga Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Satpol PP: Tak Ada Bukti Pelanggaran Pidana
KPAI: Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Masuk Situasi Darurat, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Foto Pocong Bawa Parang Saat Mati Listrik di Siak Hanya Hoaks Buatan Siswa SMA
Garda Revolusi Iran Serang Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas