Enam Jenis Teh yang Bisa Dukung Program Diet Saat Ramadan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 18:00 WIB
Enam Jenis Teh yang Bisa Dukung Program Diet Saat Ramadan

Bulan puasa kerap jadi momen tepat untuk mengatur ulang pola makan. Nah, buat yang lagi ingin menurunkan berat badan, memilih minuman berbuka itu penting. Daripada minuman manis tinggi kalori, kenapa tidak coba teh? Minuman yang satu ini memang sering jadi pilihan untuk menemani santap sahur atau berbuka, baik disajikan dingin maupun hangat.

Selain bisa bikin rileks, ternyata ada beberapa jenis teh yang disebut-sebut bisa mendukung program diet. Tentu saja, ini bukan solusi instan. Hasilnya akan terasa jika kita juga menjaga pola makan dan tetap aktif.

Menurut sejumlah ahli, beberapa teh mengandung senyawa khusus. Senyawa ini bisa meningkatkan metabolisme, membantu pembakaran lemak, dan memperbaiki pencernaan. Semua faktor itu, pada akhirnya, berkontribusi pada pengaturan berat badan.

Jadi, teh bisa jadi pendamping yang baik, apalagi di bulan Ramadan dimana kita menahan haus dan lapar seharian. Ini dia enam jenis teh yang layak dicoba.

1. Teh Hijau

Ini yang paling terkenal. Rahasianya ada pada katekin dan kafein. Katekin, terutama EGCG, adalah antioksidan kuat. Ia bekerja mempercepat metabolisme dan mengoksidasi lemak terutama di area perut yang bandel.

Untuk hasil optimal, minumlah tanpa gula. Secangkir dua cangkir setiap hari bisa membantu proses pembakaran lemak berjalan perlahan.

2. Teh Hitam

Jangan remehkan teh hitam. Proses fermentasinya justru meningkatkan kadar flavonoid. Senyawa ini membantu tubuh membakar lemak lebih efisien dan mempercepat pengeluaran energi. Plus, kafein di dalamnya bisa memberi suntikan tenaga tanpa harus minum minuman manis berkalori tinggi.

3. Teh Jahe

Jahe sudah lama dikenal sebagai teman pencernaan. Dalam bentuk teh, rempah ini bisa meningkatkan laju metabolisme dan mengurangi rasa kembung setelah makan. Kondisi perut yang nyaman bikin tubuh tidak terasa berat.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar