Suasana malam Minggu di Sukaraja, Bogor, berubah mencekam. Seorang suami, NA (46), dilaporkan gelap mata dan menghabisi nyawa istrinya sendiri, EN (51). Korban tewas dengan luka parah di bagian leher.
Menurut keterangan polisi, kejadian berlangsung di rumah anak korban. Begitu laporan warga masuk, petugas langsung bergerak. Kapolsek Sukaraja, Kompol Wagiman, memastikan pelaku sudah diamankan dengan cepat.
"Iya, korbannya perempuan. Diduga pelakunya adalah suaminya sendiri. Sudah kita bawa ke Polres dan diamankan," jelas Wagiman.
Di sisi lain, Ketua RT setempat, Tata Sunarta, menggambarkan kondisi korban yang mengenaskan. EN mengalami luka tusuk di leher. Saat dievakuasi, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Masih hidup pas dibawa. Tapi dugaan saya, dia kehabisan darah selama perjalanan," ujar Tata. "Awalnya mau dibawa ke PMI, tapi akhirnya dialihkan pakai ambulans ke RSUD Keramat Jati. Sayangnya, nyawanya tak tertolong."
Detik-detik Mengerikan
Nurlela (31), tetangga korban, masih tampak terguncang. Dia mengisahkan awal mula teriakan minta tolong yang memecah keheningan malam itu.
"Awalnya cuma dengar suara gaduh dan teriakan. Lalu ada gebrakan di pagar," kenangnya.
Saat menengok, dia melihat cucu korban menggoyang-goyangkan pagar rumah dengan panik.
"Saya keluar tanya ada apa. Dia bilang, 'ibunya digorok'. Saya kira ibunya yang kena. Eh, ternyata yang terluka adalah neneknya, EN," lanjut Nurlela yang ditemui Senin (19/1) pagi.
Narasi Nurlela semakin lengkap. Dia menyebut korban sempat muncul ke depan rumah, tangannya menekan kuat leher yang berlumuran darah. Hanya sebentar, EN lalu masuk kembali.
Kekacauan pun memuncak. Anak dan menantu korban berhamburan keluar, berteriak minta pertolongan. Jeritan cucunya yang masih kecil memenuhi udara, menambah suasana panik yang sudah ada.
"Semuanya berteriak. Sangat mencekam," imbuhnya, menggambarkan kepanikan yang sempat melanda lokasi kejadian sebelum bantuan tiba.
Artikel Terkait
Imigrasi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Bukan Milik Jemaah Haji Aktif, Melainkan Dokumen Bekas
Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan Pemalsuan Riset Empat WNI di Forum Internasional
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Pembinaan Pelaku Pesta Gay di Barak Militer
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka Suap Pengadaan Papan Pintar Rp500 Juta