Pasar di desa Yoe Ngu, Rakhine, tiba-tiba berubah jadi neraka. Itu terjadi Selasa lalu, ketika jet-jet militer Myanmar melancarkan serangan udara. Akibatnya, sedikitnya 17 nyawa warga sipil melayang. Menurut laporan Tentara Arakan, kelompok oposisi bersenjata di wilayah itu, korban-korban itu adalah orang-orang tak bersalah yang sedang beraktivitas.
Namun begitu, angka pastinya masih simpang siur. Laporan terpisah dari Asosiasi Pemuda Ponnagyun (PYA), misalnya, menyebut korban tewas mencapai 18 orang.
Pyae Phyo Naing, ketua PYA, langsung bergegas ke lokasi setelah serangan mereda. Pemandangan yang ia saksikan sungguh memilukan.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek
InJourney Airports Catat 38,2 Juta Penumpang di Kuartal I 2026
Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Asing Terkait Pelanggaran Pabean dan Pajak
Australia Hajar Brunei 12-0 di Laga Perdana Piala AFF U-17