Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine

- Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05 WIB
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine

Pasar di desa Yoe Ngu, Rakhine, tiba-tiba berubah jadi neraka. Itu terjadi Selasa lalu, ketika jet-jet militer Myanmar melancarkan serangan udara. Akibatnya, sedikitnya 17 nyawa warga sipil melayang. Menurut laporan Tentara Arakan, kelompok oposisi bersenjata di wilayah itu, korban-korban itu adalah orang-orang tak bersalah yang sedang beraktivitas.

Namun begitu, angka pastinya masih simpang siur. Laporan terpisah dari Asosiasi Pemuda Ponnagyun (PYA), misalnya, menyebut korban tewas mencapai 18 orang.

Pyae Phyo Naing, ketua PYA, langsung bergegas ke lokasi setelah serangan mereda. Pemandangan yang ia saksikan sungguh memilukan.

"Situasinya sangat buruk, empat atau lima bangunan terbakar dan banyak bangunan hancur,"

Ia menggambarkan bagaimana serangan itu tak hanya merenggut nyawa, tapi juga memicu kobaran api yang menghanguskan kios-kios dan rumah.

Peristiwa berdarah ini cuma satu episode dalam konflik panjang yang melanda Myanmar. Sejak kudeta militer tahun 2021, negara itu terjerembab dalam perang sipil yang tak kunjung usai. Di satu sisi, junta militer berkuasa. Di sisi lain, mereka menghadapi perlawanan sengit dari berbagai kelompok bersenjata etnis dan gerilyawan pro-demokrasi. Rakhine, negara bagian di barat Myanmar, jadi salah satu medan pertempuran paling sengit.

Serangan ke pasar ini kembali menunjukkan betapa warga biasa yang selalu jadi korban. Hidup mereka terus diteror, terjepit di antara dua pihak yang bertikai.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini