Pasar di desa Yoe Ngu, Rakhine, tiba-tiba berubah jadi neraka. Itu terjadi Selasa lalu, ketika jet-jet militer Myanmar melancarkan serangan udara. Akibatnya, sedikitnya 17 nyawa warga sipil melayang. Menurut laporan Tentara Arakan, kelompok oposisi bersenjata di wilayah itu, korban-korban itu adalah orang-orang tak bersalah yang sedang beraktivitas.
Namun begitu, angka pastinya masih simpang siur. Laporan terpisah dari Asosiasi Pemuda Ponnagyun (PYA), misalnya, menyebut korban tewas mencapai 18 orang.
Pyae Phyo Naing, ketua PYA, langsung bergegas ke lokasi setelah serangan mereda. Pemandangan yang ia saksikan sungguh memilukan.
Artikel Terkait
BNN dan Bea Cukai Amankan 4.080 Butir Ekstasi di Kos-kosan Bekasi
PetFuria dan Unair Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Standar Industri Perawatan Hewan
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin