Sejak kecelakaan kedua itu, ia tak lagi bisa berjalan, padahal sebelumnya masih bisa menggunakan tongkat.
Ditemani Keluarga, Bukan Hidup Sendirian
Meski unggahan viral menggambarkannya hidup sebatang kara di kamar berantakan, kenyataannya tidak demikian. Nurhadi tinggal bersama ayahnya, dan ada keluarga yang secara rutin membantu merawat dan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Soal makan, ia memang lebih sering pesan antar karena tidak terlalu terbiasa dengan masakan rumah setiap hari.
Arman, sang Ketua RT, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Nurhadi sudah menerima berbagai bantuan dari pemerintah, mulai dari bantuan desa hingga program sosial lainnya. Bantuan dari warga dan relawan juga masih rutin mengalir.
Tapi bagi Nurhadi, bantuan saja tidak cukup. Ada rasa ingin berdikari yang masih tersisa. Ia ingin kembali berdaya, punya kegiatan, punya penghasilan bukan sekadar menerima.
“Punya PS aja sudah cukup,”
katanya dengan nada tenang, penuh harap.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal